Umar di Malam Isra Miraj, Polisi Santri Polres Garut Ini Kebanjiran Undangan

0
398

HARIANGARUT-NEWS.COM – Polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, Polisi juga mampu menjadi pencerah bagi umat lewat dakwah. Adalah Anggota Sat Binmas Polres Garut, yakni Kanit Bintibmas Bripka Umar taufik S Sos I, dan pembaca ayat suci Alquran bersama sang Qori Bripka Hilman Nugraha SE, yang sering disebut-sebut Polisi Santri Polres Garut, kerap mengisi ceramah kegiatan keagamaan seperti Isra Miraj atau Maulid Nabi Muhamad SAW.

Seperti yang tampak pada Jumat (13/04) malam, kedua Polisi Santri Polres Garut itu tengah melaksanakan giat silaturahmi, sekaligus menyampaikan materi ceramah Kamtibmas melalui Peringatan Isra Miraj bertempat di Mesjid Darul Muttaqien Perum Cijati Asri, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Sebelumnya, Umar melaksanakan giat ceramah yang dihadiri oleh Ketua DKM, para pemuda dan masyarakat di Kampung Bojong Nangka, Kecamatan Wanaraja.

Gaya tausiyah Polisi Santri Polres Garut, Bripka Umar S Sos I, ini senantiasa membuat takjub dan terpukau para jemaah.

Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota Sat Binmas Polres Garut, pada Sabtu (14/04) pukul 20.00 WIB, kembali Bripka Umar memenuhi undangan Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Al-Kautsar Komplek Graha Mutiara Indah, Kecamatan Tarogong Kaler. Dalam tausiyahnya, ia berusaha menyelipkan pencerahan bahwa Polri dalam selain bekerja keras menjaga Kamtibmas juga menanamkan nilai kerukunan umat beragama. Dalam menyampaikan siraman rohani, Umar selalu berbahasa santun, lemah lembut, lugas sehingga mudah dimengerti.

Selain itu didukung dalil-dalil yang sahih, membuat Polisi Santri ini banyak mendapat undangan dari majlis taklim atau masyarakat Garut lainnya. Tak jarang Umar juga memberikan tausiyah kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan. Kepiawaiannya dalam berceramah tidak diragukan lagi. Materi yang disampaikannya beragam sesuai dengan usia, pekerjaan dan latar belakang dari jamaah yang hadir.

“Jika jemaah yang hadir lebih didominasi anak sekolah, saya lebih cenderung menyampaikan tentang tata cara pergaulan termasuk bahaya penggunaan narkoba dan tawuran antar pelajar. Saya selalu menggunakan metode pendekatan, tujuannya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa tanpa ada kesan pemaksaan,” ungkap Umar.

Perpaduan pesan-pesan Kamtibmas dan materi tausiyah senantiasa membuat para jamaah memahami akan pentingnya toleransi dalam berkehidupan sosial.

Jemaah yang kerap mendapat pencerahan, datang dari beragam kalangan. Umar pun harus pandai-pandai memilih tema. Bila jemaah kebanyakan kaum ibu, maka materi ceramahnya berkaitan tentang membentuk keluarga Islami serta cara mendidik anak menurut ajaran Islam. Sebagai anggota Polri, dalam tausiyahnya, Umar selalu mendorong masyarakat agar bersama-sama menjaga Kamtibmas. Banyak masyarakat terkejut bercampur takjub melihat Umar berbalut seragam kepolisian, tapi mampu menjadi sosok pendakwa.

“Rasulullah SAW bertemu dengan seorang malaikat yang sedang memegang buku induk yang sangat besar. Setelah mengucap salam, Nabi bertanya tentang buku yang dipegangnya. Malaikat itu bilang bahwa itu buku catatan tetesan air hujan dari sejak bumi tercipta sampai nanti kiamat. Semua tetesan hujan dan di mana letak hujan menetes tidak ada yang luput dari buku catatan tersebut,” ujar Umar berkisah.

Umar melanjutkan kisah Rasulullah yang disampaikan kepada jemaah Mesjid Al-Kautsar teraebut. Setelah itu, kata Umar, Nabi Muhammad SAW bertanya, adakah sesuatu yang tak mampu dicatat dan tak terhitung? Malaikat yang ditanya menjawab, Ada. Apa itu? tanya Rasulullah SAW. Kami tidak mampu mencatat limpahan pahala, berkah, dan rahmat dari Allah untuk orang-orang yang mengucapkan shalawat kepadamu, Ya Rasulallah, tutup Umar sembari mengajak jemaah bershalawat. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia ad

LEAVE A REPLY