Ucok Warga Jayaraga Garut, Seorang Wasit Bola Basket yang Jadi Relawan Kemanusiaan

0
345

HARIANGARUT-NEWS.COM – Sudah menjadi suratan mungkin bagi Ucok yang tinggal di tanah subur meski menyimpan berjuta misteri, salah satunya adalah risiko bencana. Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk 2,5 juta jiwa lebih, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2013 mendudukinya di peringkat ke-2 setelah Kabupaten Cianjur. Peringkat inilah yang kemudian Kabupaten Garut menjadi minimarketnya bencana di Indonesia.

Ucok, alias Ajat Sudrajat, setidaknya merasa gundah dengan kenyataan kondisi daerahnya. Lelaki 43 tahun ini, semakin memuncak jiwa sosialnya, manakala September 2016, Kabupaten Garut dilanda bencana banjir bandang yang mengakibatkan ribuan jiwa menderita, termasuk belasan jiwa meninggal dunia, belum lagi kerugian materi yang mencapai angka milyaran rupiah. Suami dari Jamilah dan ayah empat anak ini, dalam satu kesempatan menceritakan bagaimana penderitaan masyarakatnya, hingga ia harus berjuang menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban.

Ucok saat berada di atas perahu mencari korban tenggelam di sungai Cimanuk, Kabupaten Garut.

“Saya pernah berjuang bagaimana menyelamatkan seorang ibu dan bayinya saat terjebak banjir bandang dua tahun lalu”, kata Ajat, saat ditemui di rumahnya, di Kampung Mekarsari RT05/05, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.

Tidak hanya itu, pengalaman dirinya menyelamatkan banyak orang ia buktikan sebagai sukarelawan dalam kebencanaan. Atas dedikasinya, Ajat yang memiliki keahlian sebagai Wasit Olahraga Bola Basket di bawah naungan Perbasi (Persatuan Basket Seluruh Indonesia) Kabupaten Garut, bergabung dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Garut.

“Bagi saya, bergabung dengan MDMC Garut, merupakan kepuasan tersendiri, setidaknya bermanfaat bagi lingkungan dan sesama kita”, ungkapnya, sembariĀ  menyebutkan pengalaman lainnya saat kejadian bencana longsor di daerah Kamojang, termasuk dalam dua minggu terakhir yang merenggut jiwa di Curug Cirahong Kecamatan Cisewu, Curug Citeko Gunung Papanday, dan pencarian korban di Sungai Cimanuk.

Tidak hanya wilayah Garut yang ia datangi, atas panggilan jiwa dan perintah MDMC, di penghujung akhir bulan Februari kemarin, pria yang memiliki kompetensi SAR air ini, menjadi bagian tugas kemanusiaan untuk menyelamatkan warga terdampak banjir di Cirebon dan Kuningan selama beberapa hari. Bersama timnya berikut perangkat perahu dan mobil bergabung dengan organisasi relawan untuk membantu masyarakat terdampak.


Salah seorang koleganya, Prio (30) menilai Ucok sebagai sosok supel dan mudah bergaul.

“Ucok memang relawan sejati, ia bahkan tidak mengenal waktu, kapan dan dimanapun ada kejadian bencana, dia selalu hadir on the spot”, komentarnya tentang sepak terjang Ucok.

Sosok ayah yang memiliki kompetensi mountaineering dan jungle rescue ini sudah terlanjur mencintai dunia sosial, meski harus berjuang dengan maut sekalipun.

“Lelah sih, tapi saya bangga bisa menjadi bagian tugas kemanusiaan. Saya berharap ini bagian pengabdian saya kepada Sang Kholik”, pungkasnya menutup cerita. (Igie/MCK)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY