Tokoh Masyarakat Cisewu Garut : Aroma Mistis Tercium, Korban Curug Rahong Tidak Pernah Kemana-Mana

0
1513

HARIANGARUT-NEWS.COM – Saat pencarian korban tenggelam dua mahasiswa Unjani di Sungai Rahong, Desa Suka Jaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Tim SAR gabungan pada Sabtu (17/03) sekira pukul 23.00 WIB sempat menghentikan operasi penyelamatannya, karena disamping kondisi gelap juga medan yang cukup terjal karena aliran sungai berada di antara hutan lebat.

Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat warga setempat untuk terus mencari kedua korban asal Garut dan Karawang itu. Sejumlah warga yang tinggal di Sungai atau di Curug Rahong mengaku lokasi tersebut menyimpan banyak cerita mistis dan gaib. Salah seorang tokoh masyarakat, Hendra Ristanta (42), yang juga pengurus Mitra Polisi di Polsek Cisewu ini merasa yakin bahwa korban masih berada di lokasi tempatnya berenang.

“Percaya atau tidak, beberapa korban tenggelam pernah terjadi disini, dan nyatanya mayat tidak pernah terbawa arus. Makanya waktu malam tadi saat petugas gabungan Tim SAR berencana menghentikan sementara pencarian karena waktu sudah larut malam dan genset untuk membantu penerangan juga hanya berfungsi satu unit, kami bersama warga lainnya tetap melanjutkan perncarian,” ungkap Hendra.

Hanya, lanjut Hendra, bila terjadi korban tenggelam di Curug Rahong selalu butuh waktu untuk menunggu muncul ke permukaan, jarang ditemukan pada saat itu juga. Tanpa sepengetahuan warga lainnya, pada malam tadi Hendra mengaku memohon doa kepada Allah SWT dan sempat melakukan ritual dengan menyajikan sesajen agar korban segera ditemukan.

“Alhamdulillah berselang beberapa menit saat Tim SAR gabungan akan beristirahat, tepatnya pada pukul 23.10 WIB korban dua-duanya berhasil ditemukan warga dibantu petugas gabungan. Jelas di sungai itu sering kali makan korban, tahun kemarin ada orang Bandung yang juga hanyut. Yang penting siapapun orangnya, ketika saat berada di manapun tempat, termasuk di Curug Rahong, tidak lupa berdoa meminta perlindungan kepada Allah SWT, jangan mengganggu baik kepada sesama maupun lainnya,” tandas Hendra kepada hariangarut-news.com, Minggu (18/03).

Menurut cerita dari masyarakat sekitar Curug Rahong ini ada banyak kejadian orang yang tenggelam dan tiba-tiba ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Hal ini dikarenakan ada makhluk halus yang memiliki kekuatan besar yang bisa menyeret orang yang berenang ke dalam sungai sehingga orang bisa tenggelam dan mati karena tidak bisa bernafas. Kejadiannya berlangsung bukan hanya satu atau dua kali saja namun sudah terjadi berulangkali, dan kebanyakan yang menjadi korban dari luar Garut. Menurut masyarakat sekitar, kejadian ini terjadi karena perilaku pengunjung yang kurang tata krama ketika berenang sungai tersebut.

“Kisah Sungai dan Curug Rahong ini sebaiknya menjadi pelajaran bagi siapa saja agar lebih menjaga sopan santun dan tata krama di manapun berada, karena bukan hanya manusia saja yang perlu untuk dihormati, mahluk halus juga tetap perlu dihormati agar tidak merasa terganggu. Menjadi orang yang pandai menjaga perilaku akan memberikan kebiasaan yang positif sehingga nantinya akan terasa sekali manfaatnya buat diri sendiri dan juga orang lain. Jika ada kejadian angker semacam itu kita bisa menggali pelajaran yang baik-baik dan tetap selalu dekat dengan Tuhan agar terhindar dari masalah yang sama,” pungkas Hendra. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY