Tidak Netral, Petugas Coklit Larang Warga Untuk Memilih Calon Dari Golkar

0
334

HARIANGARUT-NEWS.COM – Pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Tarogong Kidul, menemukan adanya kecurangan yang dilakukan oleh petugas Pencocokan dan Penelitian (Coklit), yang melakukan pendataan terhadap penduduk. Yang mana kecurangan tersebut petugas Coklit mengarahkan untuk tidak memilih calon yang diusung oleh Partai Golkar dan menyarankan memilih dari yang diusung dari Partai lain.

“Saya menerima informasi dari pengurus DPD Golkar Garut, kalau di Perumahan Cibunar, Desa Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, ada petugas Coklit yang mengarahkan calon pemilih untuk tidak memilih calon yang diusung oleh Partai Golkar,” ujar Galing, Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (07/02).

Dikatakannya, setelah menerima informasi tersebut, dirinya bersama pengurus lainnya langsung menemui rumah warga yang telah di data oleh petugas Coklit tersebut, untuk mengkonfirmasi terkait adanya petugas yang mengarahkan pada salah satu pasangan calon.

“Saya langsung menanyakan pada orang yang telah didata. Ternyata, pengakuannya benar kalau petugas sudah mengarahkan jangan sampai memilih calon yang diusung oleh Golkar. Saya sangat menyangkan dengan sikap petugas tersebut, seharusnya bekerja dengan netral tanpa melakukan pengarahan,” ucapnya.

Sementara Dede Marlina (40) warga Perum Cibunar, Desa Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, membenarkan adanya arahan yang dilontarkan oleh petugas Coklit, agar tidak memilih calon yang diusung partai Golkar dalam Pilkada Kabupaten Garut.

“Tadi saya kedatangan petugas untuk mencocokan data. Namun, usai melakukan pencocokan data petugas mengatakan pada Pilkada Garut, banyak calon yang akan maju. Namun jangan sampai memilih calon yang diusung oleh Golkar dan mengarahkan memilih calon dari lain,” ucapnya.

Dede Marlina menjelaskan, arahan yang dilontarkan oleh petugas Coklit, bernama Triyani, kalau memilih calon yang diusung sudah terbukti dan berjalan, Sehingga, dalam memipin pemerintahan hanya tinggal melanjutkan. “Kata petugas jangan pilih calon yang dari Golkar dan harus memilih dari calon yang sudah berjalan dan terbukti,” jelas Dede, sambil menirukan ungkapan petugas Coklit.

Dede dan suaminya Dedi, sangat menyangkan sikap petugas yang tidak netral dalam melakukan pendataan. Seharusnya, dalam melaksanakan tugasnya tidak seharusnya untuk mengarahkan memilih salah satu pasangan calon, singkatnya.

Diketahui, Partai Golkar dan PDIP dalam Pilkada Garut tahun 2018, mengusung Iman Alirahman dan Dedi Hasan, untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Garut. (DAUS)

Hosting Unlimited Indonesia ad

LEAVE A REPLY