Tanpa Identitas, Pencuri Motor di Bungbulang Garut Tewas Dihakimi Massa

1
940

HARIANGARUT-NEWS.COM – Tersangka pencurian motor oleh warga yang belum diketahui identitasnya, yang dimassakan, akhirnya meregang nyawa. Ia tewas Rabu malam (30/95), di lokasi Desa Jagabaya, Kecamatan Sukamukti, Kabupaten Garut.

Kabar tewasnya tersangka disampaikan Kapolsek Bungbulang Resor Garut, AKP Alit Kadarusman. Ia menyebutkan, kondisi tersangka memang parah. Amuk massa yang geram dengan ulahnya, membuat ia sekarat. Pihak kepolisian yang datang, sudah berusaha untuk menyelamatkannya, sayangnya nasib berkata lain. Tersangka akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek menjelaskan, tersangka tewas di tempat sekitar pukul 19.00 WIB. Luka parah yang dideritanya, membuat korban harus menghembuskan napasnya.  Beberapa luka terlihat di bagian kepala dan dadanya. Aksi pencurian motor di Bungbulang membuat warga geram. Amuk massa tak terbendung, setelah berhasil menangkap pencuri motor tersebut, ucapnya.

Aksi pencurian itu sendiri berlangsung, Rabu (30/05) malam. Korbannya menimpa bernama Usup warga Kampung Sukamanis, Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang. Korban baru saja hendak melaksanakan shalat tarawih di mesjid.

Saat hendak keluar, ia mendapati motor Honda Beat warna Orange Putih yang diparkir di halaman rumahnya sudah tidak ada di tempat. Melihat itu, sontak korban menanyakan kepada tetangganya dan menghubungi rekannya, Jajang, yang ada di Kecamatan Sukamukti, Kabupaten Garut.

“Waktu itu Usup berpesan kepada rekannya Jajang yang ada di daerah Sukamukti, kalau melihat motor Honda Beat warna Orange Putih agar diberhentikan karena motor saya dicuri orang katanya. Setelah menghubungi rekan-rekannya di Mekarmukti, tidak lama kemudian mereka melihat motor dengan ciri-ciri seperti yang disampaikan korban Usup tersebut,” ujar Kapolsek Bungbulang.

Dia melanjutkan, setelah itu warga mengejar pelaku yang diduga pencuri motor milik Usup temannya. Awalnya pelaku mau melarikan diri ke arah Rancabuaya Kecamatan Caringin, karena dihadang oleh warga, korban akhirnya membelokan kendaraannya ke arah Pamengpeuk desa Jagabaya.  Karena jalan dalam perbaikan dan banyak kerilil, pelaku akhirnya jatuh dan dihakimi oleh massa hingga tewas, pungkasnya. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

1 KOMENTAR

  1. Karunya, murah nyawana dibanding motor. Ka warga oge kade ulah maen hakim sendiri, cukup weh dibawa ka kantor polisi ameh beunang jeung komplotanana. Ari dipaehan kieu mah ath putus informasina.

LEAVE A REPLY