Tak Perlu Bayar, Kini KPM di Garut Terima Rasta 10 Kg Gratis

0
1218

HARIANGARUT-NEWS.COM – Jatah beras Raskin atau Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) Tahun 2018 berkurang untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pengurangan jatah Bansos Rastra ini ternyata ada penjelasannya.

Program untuk kesejahteraan masyarakat miskin masih terus dijalankan, namun sekarang ini ada perubahan mekanisme dari pemerintah pusat dalam pengaturan pelaksanaan dan pengalokasiannya, dengan harapan sasaran masyarakat miskin betul-betul tepat dan akurat.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cibatu Tizan Alsahbani mengatakan bahwa Informasi mengenai keberlanjutan program Rastra (Beras Sejahtera), pada acara bimbingan tekhnis Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digelar tanggal 7-10 Februari 2018 di Kota Bogor, yakni subsidi rastra / raskin sebutan lain pada tahun 2018 sudah tidak ada, subsidi di ganti dengan bansos rastra dengan jumlah 10 kg/KPM tanpa harga tebus (gratis) yang di realisasi alokasi dari bulan Januari, Februari, Maret tahun 2018 dengan kwalitas beras medium.

Untuk bulan April sampai selanjutnya bansos Rastra di lanjutkan dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang akan diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui e-warung di agen Bank yang di tunjuk dengan peruntukan pembelian pangan beras dan telur setiap bulannya, untuk data penerima dari BDT Basis Data Terpadu (BDT) dengan penggunaan aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation) yang setiap bulannya di laporkan.

“Program BPNT akan terealisasikan bulan April, untuk bulan Januari sampai dengan Maret pihak Desa silahkan tata cara realisasina dikondisikan sesuai penerima manfaat yang betul betul berhak,” tukas Tizan.

Pantauan langsung hariangarut-news.com, di Desa Karyamukti dan Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu, TKSK Cibatu Tizan Alsahbani dan Kasi Kesra Kecamatan Cibatu Dudu Durahman, sedang memantau penyaluran pengalokasian bantuan subsidi di ganti dengan Bansos Rastra dengan jumlah 10 kg/KPM tanpa harga tebus alias gratis.

Dudu Durahman mengatakan, pada tahun sebelumnya jumlah beras yang diterima KPM berjumlah 15 Kg tetapi harus ditebus seharga Rp1.600 per kg.

“Memang ada pengurangan jatah yang diterima tahun ini dari tahun sebelumnya. Hal ini karena beras yang diberikan secara gratis,” ungkap Dudu, Rabu (14/02).

Dudu sendiri mengatakan bahwa pengurangan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat bukan dari daerah. Mereka hanya menyalurkan sebagaimana data KPM yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat sesuai data KPM.

“Untuk diketahui penyaluran beras raskin pada tahun sebelumnya, 2017 setiap KPM berhak menerima sebanyak 15 kg. Namun tahun 2018 ini dikurangi menjadi 10 kg per KPM,” pungkas Dudu. (Igie/NDY)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY