Tak Becus Kelola Anggaran, Legislator dan Warga Garut Keluhkan Jalan Banyuresmi-Leuwigoong

0
332

HARIANGARUT-NEWS.COM – Kondisi jalan Banyuresmi-Garut, tepatnya antara Kecamatan Banyuresmi dan Kecamatan Leuwigoong, terdapat lubang-lubang dengan diameter 20-30 sentimeter dan kedalaman 10-20 sentimeter di ruas jalan tersebut. Keberadaan lubang ini membuat kendaraan yang melintas di jalan tersebut mengurangi kecepatannya. Pantauan hariangarut-news.com pada Sabtu (07/04), kendaraan-kendaraan melaju di sana dengan kecepatan tak lebih dari 20 kilometer per jam.

Wahyudin (41), warga Kampung Ranca Kukuk Desa Karyamukti Kecamatan Banyuresmi, menyampaikan bahwa kondisi jalan rusak tersebut sudah berlangsung lama. Sampai saat ini, kata dia, belum ada penanganan berarti dari pemerintah. Dia mengatakan, jalan tersebut sebelumnya pernah ditambal, tetapi kembali berlubang.

Hampit setiap 10 meter terdapat lubang besar di Jalan Banyuresmi-Leuwigoong.

“Dari kapan ya ini? Pokoknya sejak musim hujan jadi banyak lubangnya begini. Habis ditambal, ini berlubang lagi. Setahun ada kayaknya dua kali. Akibat lubang pada jalan ini, ada saja orang dan tak jarang terjadi kecelakaan. Biasanya pagi karena orang menghindari lubang terus juga enggak tahu jalan. Pernah waktu itu ada motor Harley jatuh,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang pengendara mobil bernama Rini Anggraeni (21) seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Garut yang melintas di jalan tersebut mengaku terganggu akan lubang-lubang di jalan itu, apalagi selepas hujan turun. Rini sempat bertanya, apakah Pemkab Garut tidak becus mengelola anggaran negara sehingga untuk mengurus jalan yang merupakan akses menuju obyek wisata Situ Bagendit dan peningkatan perekonomian masyarakat ini seperti terbengkalai.

Jalan di depan situ ranca kukuk, Kecamatan Banyuresmi.

“Terganggu banget, saya kan sering lewat sini. Kalau sudah hujan lubangnya jadi genangan, enggak kelihatan kan tahu-tahu kejeblos. Saya saja masih sering kaget, bagaimana orang yang baru pertama lewat sini. Kalau memang ada anggaran pemeliharaan sebesar itu bombastis banget, tapi kenapa hasilnya seperti yang tidak dikerjakan,” ujar Rini, heran.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Garut, Endang Kahfi, baik Wahyudin maupun Rini Anggraeni awalnya sama-sama tidak tahu, kalau Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada Tahun 2017 telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp18 Milyar untuk pemeliharaan jalan sepanjang 300 kilometer.

Anggaran pemeliharaan jalan sebesar Rp18 Milyar yang bersumber dari APBD Kabupaten Garut, tak mampu menutup lubang yang nyaris seperti kubangan kerbau.

“Pada tahun 2017, anggaran pemeliharaan jalan yang rusak yakni Rp18 Milyar untuk 300 kilometer. Tahun 2018, ada perbaikan sepanjang 100 kilometer dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp7 Milyar. Kadar kerusakan, tidak sekadar aspal mengelupas, melainkan sudah berupa lubang menganga yang kalau hujan membentuk kubangan,” ujar Endang Kahfi di Kantor DPRD Kabupaten Garut, usai menggelar Rapat LKPJ beberapa waktu lalu.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, yang juga sedang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H Uu Saepudin ST M Si, saat dikonfirmasi melalui seluler, pejabat yang kental dengan mega proyeknya di kota Intan ini tidak berusaha mengangkat. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY