Staff BALITTRI, Kwalitas Kopi Garut Terbaik Kedua Sedunia

0
149

HARIANGARUT-NEWS.COM – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Kementrian Pertanian, menggelar Sosialisasi Petani Kopi di Kampung Suka Haji, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, Kabupatrn Garut, Rabu (18/04), yang di hadiri Kabid Perkebunan Ir Haeruman MP beserta dan staff, Iing Sobari SP dan Hendi Supriadi dari Balai Penelitian Tanaman Industri (BALITTRI), perwakilan Bidang Produksi Disbun Jawa Barat, UPT Dinas pertanian Kecamatan Cisurupan, Penyuluh Pertanian, Petugas Organisme Pengganggu Pertanian (POPT), serta 30 orang Petani Binaan Wanariksa Desa Cisero Kecamatan Cisurupan.

Haeruman dalam pembukaanya menyampaikan peminum kopi di Kabupaten Garut setiap hari semakin berkembang dengan maraknya penjual kopi di swalayan sehingga para kuliner yang mengakibatkan pasokan dari para petani kurang. Haeruman mengajak para petani binaan dan yang akan bergabung di Desa Suka Haji untuk mengembangkan pohon kopi di daearah cisurupan yang tanahnya cukup subur untuk di jadikan lahan obserpasi.

“Harapan kami kedepan, lokasi ini dijadikan sebagai daerah “Kampung Obyek Wisata Kopi”. Apalagi daerah Kecamatan Cisurupan sangat bagus untuk di budidaya tanaman perkebunan kopi dan teh. Hanya kami mengingatkan agar mempersiapkan mental yang kuat, bukan modal yang banyak,” tandasnya.

Haeruman memaparkan perbedaan antara tanaman kopi dan sayuran, menanam poho sayuran apa lagi di tempat lahanya yang sangat labil akan mengakibatkan kerugian dan hancurnya tatanan tanah bisa longsor. Tetapi, imbuh dia, bukan dalam arti tidak boleh menanam sayuran cuma tempatnya yang harus strategis, ucapnya.

“Saya tidak akan muluk-muluk apabila di kelompok tani mempunyai lahan sekitar 25 hektar ditanami pohon kopi, maka dalam jangka waktu dua tahun sudah bisa memetik hasilnya yang terus-menerus dan akan mendapatkan milyaran uang sebab kopi Garut sangat menjanjikan. Kami akan terus berupaya membantu pemasaran secara bersinergi dengan perusahan yang lebih besar, bahkan ke perusahaan yang sulit didatangi, misalnya pabrik nesle,” pungkas Haeruman.

Sementara Tim Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri (Balittri)
Iing Sobari SP, memaparkan cara dan ketentuan menanam kopi yang baik dan benar. Meskipun di daerah Cisurupan apapun bisa jadi dan hidup, namun tetap harus diimbangi dengan ilmu cara bertani yang baik dan benar agar hasilnya bagus.

“Tentunya kami mengajak kepada semua pihak untuk sama-sama memahami cara yang sudah di lakukan tim penelitian dari Balai Tanaman supaya di jadikan acuan dalam melakukan awal mula menanam pohon kopi yang baik dan benar. Dari mulai membuka lahan, menggali jarak dan kedalaman, juga pemupukan harus sesuai. Agar Kabupaten Garut menjadi penghasil kopi terbanyak, dan menurut penelitian kwalitas kopi Garut terbaik kedua di dunia,” pungkas Iing. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY