Selama 3 Hari, Dewan Pertimbangan Presiden Akan Data Desa-Desa di Garut

0
564

HARIANGARUT-NEWS.COM -Pjs Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Uu Saepudin, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut, Teddi, Sekretaris Dinas DPMD Kabupaten Garut, Asep Jaelani, Kabid Pariwisata dari Disbudpar Kabupaten Garut, Ma’mun, beserta unsur SKPD lainnya menerima kunjungan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang terdiri dari Kepala Bagian Kesejahtraan, Drs Untung Widodo, Sub Bagian Lingkungan Hidup Fikroh Amalia Analis, Kesejahtraan Rakyat Agita Rindu Adinda, di Ruang Rapat Wakil Bupati Garut, Selasa (21/02).

Dalam sambutannya, Teddi berharap, selama tiga hari di Garut, Tim Watimpres bisa menikmati suasana alam Garut yang masih alami dan asri serta bisa dijadikan bahan pertimbangan sebagai destinasi kekayaan alam Kabupaten Garut untuk menuju Desa Wisata kedepanya.

“Kebetulan sekolah SMA terkait kepariwisataan yang ada di Garut ada 3 sekolah yang sudah berjalan sebagai penunjang serta bisa memajukan wisata Garut,” terang Teddi.

Menurut Teddi, mulai 2018 Kabupaten Garut sedang menata Perangkat Desa supaya bisa bekerja dengan baik dan berpenampilan sopan dan rapih serta akan diberlakukan apel pagi dan sore, agar hal tersebut menjadi contoh buat masyarakat yang ada di lingkungan desa, ucapnya.

Sementara, Ketua Tim Watimpres, Untung Widodo menyampaikan, kedatangannya selama tiga hari kedepan ke Kabupaten Garut dalam rangka pengumpulan data dan imformasi terkait dengan peranan desa wisata dalam peningkatan kesejahtraan masyarakat.

“Kegiatan ini dalam rangka melaksanakan pertemuan dengan stekholders parawisata di Kabupaten Garut dan pihak terkait lainnya dengan tujuan mendata seluruh desa yang ada di Kabupaten Garut agar kedepanya desa menjadi daerah tujuan wisata serta bisa meningkatkan kehidupan yang bisa di manfaatkan masyarakat dan membuka lapangan kerja,” terang Untung, Rabu (21/02).

Sebab, lanjut Untung, masih banyak potensi yang ada di desa yang perlu di gali lagi. Tim akan berkunjung ke beberapa desa wisata yang telah berhasil, katanya.

Dalam Kesempatan tersebut, Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Asep Jaelani mengungkapkan, jumlah desa di Kabupaten Garut terdiri dari 421 desa, sedangkan yang bisa melaksanakan Desa Maju sekitar 240 Desa sesuai pengelolaan Bumdes yang sudah berjalan, tukasnya.

“Keberhasilan Desa Maju dilihat dari mulai hasil kerja rumahan dan pertanian, termasuk pembentukan daerah wisata yang sudah ada atau baru dibangun. Di Garut sendiri, Asosiasi Bumdes Desa Sukatani sudah bekerjasama dengan Pemerintah dengan mendirikan Kampung Jokowi yang dimana tujuannya untuk pengembangan batik Garut. Sementara Kampung Amsterdam bertujuan membudayakan buku bacaan sunda,” ujar Asep.

Tujuan dibentuk Desa Wisata, lanjut Asep, tentunya supaya masyarakat yang putus sekolah, SDM-nya mampu mengimbangi pola pikir dengan lulusan SMA atau sederajat. Begitupun dengan Bumdes yang ada di Desa Wisata. Bumdes tidak akan berkembang usahanya apabila kurang dukungan. Seluruh stekholder agar bisa bersinegritas supaya wisata yang ada selama ini bisa lebih maju, pungkasnya. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY