Sehari Tanpa PKL, Warga Garut Kota : Koq Saya Seperti Berada di Kota-Kota Besar

0
696

HARIANGARUT-NEWS.COM – Jalan Jendral Ahmad Yani dari ujung kawasan perbelanjaan Toserba Asia hingga Jalan Mega Store Sehati di Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (21/03) berbenah dengan meniadakan semua kegiatan pedagang kaki lima (PKL).

Kabid Lantas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Bambang Rudijanto ATP mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian salah satu supervisi yang akan dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, kata Bambang, selain bekerjasama dengan Satlantas Polres Garut dalam rangka Ops Keselamatan Lodaya 2018 dan Sat Pol PP Kabupaten Garut, juga sudah ada kesepakatan dengan para pedagang.

Kabid Lantas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Bambang Rudijanto ATP, berharap kerjasama dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) terus terjalin sebagai langkah supervisi dalam melaksanakan penertiban kawasan Garut Kota.

“Uji coba dimulai pada hari ini Selasa (21/03) yang dikemas dalam rangkaian
Operasi Keselamatan Lodaya 2018. Rencananya setiap Selasa mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, Jalan Ahmad Yani akan bebas dari kegiatan PKL di sisi timur maupun barat. Seluruh PKL dan juga elemen lain di Garut kemudian diharapkan dapat melakukan kegiatan membersihkan lingkungan sebagai pengganti Car Free Day (CFD),” ujar Bambang.

Salah seorang karyawan Apotik di Jalan Ahmad Yani, Yuningsih, menyebut kegiatan sehari tanpa PKL seperti merasakan suasana di kota-kota lain.

Sementara Kasat Lantas Polres Garut, AKP R Erik Prakasa SH SIK menyampaikan, dengan digelarnya Operasi Keselamatan Lodaya 2018, masyarakat akan diajak untuk melaksanakan tertib lalu lintas dan menikmati suasana Jalan Ahmad Yani dengan lebih leluasa. Selain itu, imbuh Kasat Lantas, kegiatan sehari tanpa pedagang kaki lima di kawasan jantung Garut Kota tersebut untuk mengistirahatkan trotoar.

“Ada banyak sendi-sendi ekonomi bergeliat di sepanjang jalur Jalan Ahmad Yani yang nyaris setiap hari tidak pernah berhenti. Namun, tidak harus dilakukan dengan memberikan beban terus-menerus tetapi juga harus memberikan waktu bagi suasana jalan Ahmad Yani untuk bernafas dengan lebih lega. Dan mudah-mudahan Car Free Day kedepannya bisa kembali ke fungsi semula,” tandas AKP R Erik Prakasa.

Pemkab Garut, Satlantas Polres Garut, Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Kabupaten Garut, berkomitmen mengembalikan Car Free Day (CFD) ke fungsi semula, yakni sebagai sarana olahraga dan rehat keluarga di hari Minggu.

Pantauan hariangarut-news.com, Selasa (21/03), untuk kegiatan perekonomian lain yang ada di Jalan Ahmad Yani, seperti toko-toko, departemen store, toserba, tetap berjalan seperti biasa. Salah seorang karyawan, Yuningsih (24) warga Panawuan Tarogong Kidul yang bekerja di Apotik Jalan Ahmad Yani, mengaku kaget sekaligus senang dengan suasana yang tidak seperti biasanya.

“Koq saya merasa berada di kota-kota besar lainnya, bisa melihat langsung lalu lalang kendaraan dari toko tanpa terhalang aktivitas yang menggangu pemandangan. Dan pengendarapun bisa melihat langsung toko kami,” pungkas Yuningsih. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY