Plt Sekda Garut : Sembilan SKPD Belum Setor Zakat

0
210

HARIANGARUT-NEWS.COM – Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Garut H Uu Saepudin ST M Si mengungkapkan, hingga kini baru 75 % Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah menyetorkan ke BAZNAS Kabupaten Garut. Untuk itu, ia memerintahkan agar UPZ SKPD yang belum menyetorkan zakatnya untuk segera berhubungan dengan pihak Baznas.

“Sampai hari ini laporan dari BAZNAS ada SKPD yang belum menyetorkan, jadi saya mohon Pejabat Tinggi Pratama di masing-masing SKPD untuk mengecek,” ujarnya saat memimpin Apel Pagi Gabungan, di Lapang Setda Kabupaten Garut, Senin (18/03).

Menurut Uu, zakat yang dikumpulkan di masing-masing UPZ SKPD adalah sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan data Laporan ZIS (Zakat Infaq Shodaqoh) UPZ SKPD yang dikeluarkan BAZNAS Kabupaten Garut pada Februari 2018 yang terkumpul Rp.209.635.837 dari 32 UPZ SKPD, sekitar 9 UPZ SKPD belum menyetorkan zakatnya.

Sementara Wakil Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Garut menyampaikan, Abdulllah Ependi, potensi zakat di Garut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar per bulan, itu pun bila berasal zakat penghasilan kalangan PNS, tenaga pendidik TAK, SD dan Guru SMP, belum termasuk zakat ASN dari kemenag. Jadi, kata dia, bila ditargetkan bisa mencapai Rp 2,5 milyar. Jika potensi tersebut digali maksimal, yakin dana ZIS bisa menjadi sumber alternatif pembangunan daerah, ungkapnya.

“Kabupaten Garut sendiri telah melahirkan payung hukum pengelolaan dana zakat atas inisiatif DPRD yakni Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Zakat. Perda tersebut lebih dulu terbit sebelum Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat disyahkan. Perda itu kemudian diperbarui dengan disyahkannya Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat,” pungkas Abdullah. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY