Pjs Bupati Garut Nikmati Kopi Garut yang Mendunia

0
166

HARIANGARUT-NEWS.COM – “Kopi asal Garut ini unik dan nikmat apalagi di suguhkannya ala ke cafe-cafean, Garut memang mantap,” ungkap Pjs Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata, saat menjambangi tempat pengolahan kopi Mahkota Cover, di Kampung Gunung Bodas, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (14/3/2018). Menurut Koesmayadie, yang didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, Kopi asal Garut diakui memang sedang nge-trend, sehingga menjadi incaran negara-negara penikmat kopi.

Sebagai bentuk apresiasi, Pjs Bupati Koesmayadie sengaja datang ke pengolahan kopi bersama Kepala Dinas Pertanian untuk melihat langsung dan mencicipi kopi yang membawa nama Kabupaten Garut semakin harum. Bahkan dalam upaya menjaga kualitas, Pjs Bupati berjanji akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian Jawa Barat mengenai penyebaran bibit kopi dan jeruk, serta akan menghadap ke Direktur Jenderal Hortikultura supaya meningkatkan jumlah penanaman jeruk di Kabupaten Garut.

“Secara geografis, cocok untuk penanaman kopi dengan jenis Rafika, apalagi Arabica, bila ditanam di daerah dataran tinggi sangat baik untuk dimanfaatkan tanaman kopi. Contohnya daerah Gunung Papandayan, Cikuray, dan Kamojang adalah daerah yang cocok. Mereka akan ketagihan meminum dan membeli lagi kopi berkualitas dunia ini,” ujar Pjs Bupati sambil menyeruput kopi hidangan Mahkota Cofee.

Kondisi ini, imbuhnya, yang akan membawa perubahan terhadap faktor perekonomian dan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Pjs Bupati mengharapkan, kepada warga masyarakat yang memiliki lahan untuk memanfaatkan lahannya sebagai kebun kopi atau jeruk, karena itu bentuk konservasi penghijauan dan akan menghindari urban erotion yang sudah mengancam di berbagai tempat. Kopi dan jeruk juga, lanjutnya, sudah menjadi ikon Garut ditingkat nasional, apalagi kopi menjadi incaran negara lain.

Sementara itu, Hari Yuniardi, salah seorang penggagas kopi Mahkota telah memproduksi berbagai merk yang sudah dikemas melalui kaleng dan plastik, seperti Kopi Luwak, Wine Coffee, Java Cofee, Black Coffee, Peaberry Coffee, Lanang, Garut Arabica Coffee Natural Process, Honey Proses dan Yellow Bourbon.

Menurut Hari, ia bersama istrinya, Enung, memulai perjalanan dari usaha kecil sampai omzet ratusan juta rupiah dan bisa menghidupi 12 karyawan. Dalam sebulan, ia bisa memproduksi 150-200 kilo kopi matang, dan biasanya bahan yang diperoleh berasal dari para petani Garut.

“Kopi asal Garut meski ada yang tidak bagus asal cara mengolahnya benar, rasanya bakal enak. Bahkan dari pemetikannya hingga pengolahannya akan menghasilkan cita rasa tinggi. Akhirnya kopi hasil kami, kini sudah mendunia dan mendapat dua kali penghargaan tingkat internasional,” pungkas Hari. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY