Peringati HJG Ke-205, Bupati Garut Ziarah ke Makam RAA Adiwijaya

0
368

HARIANGARUT-NEWS.COM –Makam RAA Adiwijaya erat kaitannya dengan sejarah kelahiran Kabupaten Garut. Makam yang berada di Kampung Cipeujeuh RT03/14 Kelurahan Paminggir tepatnya di kawasan Maktal, Kecamatan Garut Kota tersebut menjadi bukti adanya pemerintahan di Garut yang kala itu masih bernama Kabupaten Balubur Limbangan.

Senin (12/02), Jajaran Forkopimda Kabupaten Garut, Bupati Garut Rudy Gunawan SH MH, Plt Sekretaris Daerah Uu Saepudin, Danrem 062 Tarumanagara Kol inf Tatan Hadianto, Kasdim Kodim 0611 Garut, perwakilan Polres Garut, para Kepala SKPD Kabupaten Garut beserta segenap pejabat di lingkungan Pemda Garut, unsur Forkopim Kecamatan Garut Kota, para Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Garut, tokoh masyarakat dan agama Kabupaten Garut, melakukan ziarah ke makam Cipeujeuh. Lagi-lagi tidak tampak Ketua DPRD, Ade Ginanjar menghadiri acara besar Kabupaten, setelah sebelumnya Ade tidak hadir dalam acara Musrenbang dan Rapat Negeri tingkat Kabupaten Garut.

Ditemui seusai menabur bunga, Bupati Garut menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-205 Kabupaten Garut yang jatuh Kamis (16/2).

Bupati Garut beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Garut melakukan ziarah ke Bupati Garut Pertama, RAA Adiwijaya, Senin (12/02).

“Sebegai generasi penerus, sudah menjadi keharusan untuk menghargai nilai nilai kejuangan para pendiri dengan mendarmabaktikan diri demi meneruskan cita citanya membangun Kabupaten Garut,” ujar Rudy.

Enam belas Februari menjadi tanggal sakral karena pada tanggal tersebut, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Thomas Stamford Raffles mengeluarkan putusan membubarkan Kabupaten Parakanmuncang dan menghidupkan lagi Kabupaten Balubur Limbangan yang menjadi cikal bakal Kabupaten Garut.

RAA Adiwijaya menjabat sebagai Bupati pertama Garut sejak 1813 hingga wafat tahun 1831. Ia merupakan putra sulung Dalem Sumedang, Pangeran Kornel. Di Makam Cipeujeuh, selain terdapat makam RAA Adiwijaya, terdapat pula makam istrinya yang bernama Raden Ajeng Siti Ningrum.

Hingga saat ini, Garut telah dipimpin secara estafet oleh 26 bupati. Bupati dengan masa jabatan terlama adalah Tumenggung Jayadiningrat yang menjabat selama 49 tahun pada 1822-1871. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia ad

LEAVE A REPLY