Penting, Dunia Pendidikan di Garut Imbangi Perkembangan Dunia Usaha dan Dunia Industri

0
157

HARIANGARUT-NEWS.COM – Perkembangan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang semakin pesat mewajibkan dunia pendidikan untuk turut mengimbanginya. Karenanya bentuk Pendidikan Vokasi atau penguasaan pada keahlian tertentu seperti di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) semakin diminati dan terus dikembangkan.

Mengingat hal tersebut, Biro Komunikasi dan Layanan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI gencar melakukan sosialisi pentingnya pendidikan vokasi. Salah satunya, seperti yang digelar pada Kamis pagi (29/03) di SMK Neger 2 Garut Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, bertajuk Dialog Gebyar Pendidikan Vokasi Garut, dengan tema Revitalisasi Pendidikan Vokasi Mendukung Kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta terdiri dari Guru, Kepala Sekolah, komunitas dan pelaku Usaha dan Industri ini diisi oleh tiga pembicara, yaitu Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Kasubdit BMK Provinsi Jawa Barat Dodin Rusman dan Kasubdit Kurikulum Dirjen Pembinaan SMK Kemendikbud, Mochamad Widiyanto.

Dalam dialog tersebut Ferdiansyah menekankan pentingnya evaluasi akan kurikulum dan prodi di SMK agar disesuaikan dengan kebutuhan DUDI, terutama yang berada di daerah lokal seperti di Garut.

“Beberapa point yang mesti dilakukan yakni mengevaluasi jumlah prodi di SMK, melakukan kerjasama dengan pelaku industri masyarakat, menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, mempercepat pengadaan guru produktif, melakukan tes minat dan bakat setiap siswa yang akan masuk SMK, mempercepat pengadaan sarana dan prasarana dan evaluasi terhadap pengembangan kurikulum program vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat,” papar Ferdiansyah yang merupakan Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dapil Garut-Tasikmalaya.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Mochamad Widiyanto, bahwa pendidikan vokasi saat ini harus terus dikembangkan dan diselaraskan dengan DUDI, sehingga sampai saat ini Kemendikbud bersama Kementrian Perindustrian terus menyeleraskan kurikulum SMK. Selain itu, ia juga menekankan agar SMK melakukan kerjasama dengan DUDI.

“Bersama Kementrian Perindustrian mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan menyesuaikan kurikulum walau itu sudah dilakukan sejak dulu. Peluang ini ayo kita gunakan sekolah dengan melakukan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia perindustrian. SMK itu wajib memiliki pasangan atau kerjasama dengan dunia usaha,” ujar Mochamad Widiyanto. (Igie/Yans)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY