Pengurus PGRI Garut, Sumbang Rp30 Juta Kepada Keluarga Guru Teraniaya

0
532

HARIANGARUT-NEWS.COM – Kematian guru Seni Rupa SMA 1 Torjun (SMATor), Ahmad Budi Cahyono (26) pada awal Februari 2018 yang dianiaya oleh muridnya sempat menggemparkan Dunia Pendidikan di Indonesia. Simpati datang dari pelosok Negeri tak terkecuali pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Garut.

Melalui Ketua PGRI Garut, Drs H Mahdar Suhendar M Pd menyampaikan, mewakili seluruh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Garut, pihaknya mengucapkan turut belasungkawa atas tragedi yang terjadi, semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan lahir dan bathin, paparnya.

“Insiden ini merupakan yang terburuk di dunia pendidikan yang ada saat ini. Sebagai rasa empati terhadap almarhum, hari ini PGRI Kabupaten Garut memberikan sumbangan kepada keluarga almarhum melalui rekening Bank hasil dari donasi rekan-rekan guru di lingkungan PGRI. Meskipun nilainya tidak seberapa, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan membantu istri almarhum,” ujarnya.

Mahdar melanjutkan, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada anggota PGRI di tiap cabang yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk keluarga almarhum Budi, semoga amal kebaikan para anggota menjadi ladang amal sholeh. Mahdar sempat memperlihatkan kepada hariangarut-news.com bukti transfer senilai Rp30 juta yang dikirim pada Kamis (29/03).

Sebelumnya sempat heboh penganiayaan yang berujung kematian Guru SMAN 1 Tarjun bernama ahmad Budi Cahyono oleh HI siswanya di Sampang Madura, dari kronologi yang disampaikan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, korban dianiaya pelaku karena tidak terima dirinya ditegur dan dipukul buku absensi oleh korban saat pelajaran seni lukis. (Igie/DS)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY