Pengamat Sosial Garut : Jangan Kambing Hitamkan Kantin Sebagai Locus Transaksi Koruptif

0
247

HARIANGARUT-NEWS.COM – Pasca tertangkapnya tiga oknum pegawai BKD Kabupaten Garut, yang kemudian adanya pernyataan dari Plt Bupati Garut, Koesmayadi Tatang Padmadinata yang mengatakan bahwa di kantin-kantin dinas banyak terjadi transaksi, ditanggapi oleh Pengamat Sosial Garut, Hasanuddin.

Hasan menyesalkan stategmen Pjs Bupati Garut tersebut, dan sebaiknya jangan menggunakan opini dengan menyatakan di kantin-kantin dinas banyak terjadi transaksi. Karena, kata dia, kantin itu ruang publik, tempat banyak orang berkumpul. Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) menengah kebawah banyak makan disana. Sedangkan Kepala Dinas dan pejabat diatasnya jarang sekali ke Kantin.

“Pernyataan ini sama artinya dengan menyatakan transaksi banyak dilakukan oleh pejabat menengah kebawah. Diruang terbuka, seperti Kantin minim sekali terjadi transaksi besar puluhan bahkan ratusan juta, karena sifatnya terbuka dan bukan ruang private. Transaksi suap atau gratifikasi justru banyak terjadi di ruang tertutup,” ungkap Hasanuddin, Selasa (15/05).

Hasan menambahkan, jangan sampai kantin di kambing hitamkan sebagai locus transaksi koruptif. Salah satu buktinya, tidak ada kejadian OTT di kantin hingga saat ini. Kalau di kantor sudah ada bukti, jadi transaksi mayoritas dilakukan di kantor dinas, bukan di kantin, pungkasnya. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY