Pasca Warga Pasar Limbangan Duduki DPRD Garut, PT Elva Primandiri Siapkan Kios

0
411

HARIANGARUT-NEWS.COM PT Elva Primandiri yang merupakan pengembang Pasar Modern (Pasmo) Limbangan, Kabupaten Garut, sudah menyiapkan kios untuk menampung para pedagang yang ingin masuk ke Pasar Modern Limbangan. Adapun jumlah kios yang sudah di persiapkan sesuai dengan hasil variasi dan anjuran dari Pjs Bupati Garut.

“Kami sudah siapkan kios untuk para pedagang existing yang saat ini masih berjualan di Lapangan Pasopati dan akan di prioritaskan. Kami targetkan sebelum bulan puasa mereka sudah masuk ke Pasmo. Semua harus duduk bersama dahulu untuk membahas perpindahannya, jangan sampai ada perbedaan pendapat lagi,,” ujar Direktur PT Elva Primandiri, Elva Waniza, Kamis (11/04).

Dikatakannya, nantinya para pedagang yang dari Lapang Pasopati akan ditempatkan di lantai dasar dan lantai 1. Hanya saja sebelum masuk akan dilakukan validasi data untuk tertib administrasi, jangan sampai nantinya menjadi polemik kembali. Guna mempercepat proses perpindahan para pedagang tersebut, kata Ia, terlebih dahulu harus disamakan persepsi antara pengembang, P3L serta Alim. Yang mana saat membahas perpindahan tidak ada lagi bahasan yang lain dan fokus terhadap proses perpindahan.

Elva menjelaskan, sesuai dengan perjanjian dengan pihak Pemkab Garut dalam BOT, pengembang harus memprioritaskan pedagang existing untuk bisa masuk ke Pasmo. Namun, hal tersebut dilihat dari kepemilikan surat izin yang dikeluarkan oleh Disperindag termasuk dengan para PKL harus mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) yang dikeluarkan oleh UPTD Pasar.

“Terkait persoalan pasar modern Limbangan, yang saat ini memasuki tahun ketiga, sebenarnya akan cepat selesai termasuk proses kredit perbankan. Namun, hal tersebut masih ada kendala, salah satunya banyak para pedagang yang masih sulit untuk menyerahkan persyaratan. Saya sudah layangkan surat yang kelima pada para pedagang yang saat ini berada di Pasmo. Namun tetap saja tidak dihiraukan,” kata Elva.

Diakuinya, proses kredit perbankan akan cepat jika segala persyaratan sudah terpenuhi termasuk proses sulit hingga sertifikat. Selama perjalanan waktu tiga tahun, PT Elva Primandiri, tetap konsisten mengelola pasar modern Limbangan, kendati banyak persoalan yang dihadapi.

“Kami beri batas waktu pada mereka untuk segera menyelesaikan persyaratan administrasi sampai akhir April, kalau masih tidak dilakukan maka kios yang mereka sudah tempati akan kembali diambil dan uangnya akan dikembalikan. Secara Finansial PT Elva Primandiri saat ini tidak memiliki dana operasional. Hal ini terkendala belum ada proses kredit perbankan. Kami berharap, proses kredit perbankan bisa segera dilakukan. Soalnya, perbankan yang akan memproses kredit sudah ada,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan pedagang pasar Limbangan yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) menduduki Gedung DPRD Garut, Jawa Barat, pada Rabu (11/04). Kedatangan ratusan pedagang untuk menemui wakil rakyat terkait persoalan pasar modern Limbangan yang sudah lama berdiri dan beroperasional sekaligus menagih janji Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengkoordinir pedagang existing yang sampai sekarang masih tetap menduduki tempat relokasi.

“Kami datang kesini untuk meminta Pemkab Garut menindaklanjuti Nota Pimpinan DPRD Garut, bukan untuk beraudensi lagi. Yang mana sudah jelas dalam Nota Pimpinan DPRD, Pemkab Garut harus segera menyelesaikan segala persoalan yang terjadi di Pasar Limbangan,” ujar Ketua P3L, Basar Suryana, pada wartawan.

Dikatakan Basar, saat ini para pedagang pasar yang menempati lapang pasopati, sudah merasa resah dengan adanya tekanan dari berbagai lembaga termasuk masyarakat yang gemar berolahraga. Yang mana saat ini komitmen menempati lapang Pasopati akan berakhir.

“Waktu untuk menempati lapang pasopati sudah habis, sehingga para pedagang resah dan harus memiliki tempat untuk berjualan. Di dalam pasar modern pasar Limbangan yang dibangun oleh PT Elva Primandiri, saat ini banyak dihuni oleh para pedagang yang baru. Sedangkan kami selaku pedagang existing sama sekali tidak diperhatikan oleh Pemkab Garut. Padahal, sudah jelas dalam Perda kalau setiap pasar yang sudah selesai di bangun, maka yang harus diprioritaskan adalah pedagang existing,” tegas Basar.

Rencananya kata Basar, ratusan pedagang akan tetap bertahan di Gedung Rakyat, sampai ada keputusan yang jelas. Bahkan, sudah dipersiapkan semuanya untuk menginap di Gedung Wakil Rakyat tersebut. Pihaknya akan tetap bertahan sampai ada keuputusan final dari Pemkab Garut, termasuk harus menginap di Gedung DPRD, cetusnya. (Igie/Daus)

Hosting Unlimited Indonesia ad

LEAVE A REPLY