Pagelaran Garut Art Atack 2018, Suguhkan Keagungan Nilai-Nilai Budaya Luhur Kota Intan

0
198

HARIANGARUT-NEWS.COM – Budaya merupakan suatu warisan dari nenek moyang yang tidak ternilai harganya, sebagai bangsa yang besar, Kabupaten Garut yang termasuk memiliki keanekaragaman budaya, sudah sepatutnya masyarakat wajib melestarikan kebudayaan yang telah diwariskan para leluhur kepada generasi penerusnya. Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut akan terus mendorong meningkatkan kapasitas guna menunjang keberadaan kesenian dan sektor pariwisata melalui berbagai event kebudayaan yang digelar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, saat menghadiri pembentukan panitia Garut Art Atack 2018 di rumah kediaman pengusaha muda Garut, Dodi Gustari, di Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (01/04). Dalam acara tersebut, dihadiri juga oleh Ketua DPC PWRI Kabupaten Garut, Agus Sopian, Pimpinan Theater Lawang Jagat, Bima Dado Sena, Pengurus Komunitas Asgar, Ucu Joehendi, Pimpinan Padepokan Sobarnas Langensari, Fachru S Jaladri, serta para pelaku seni dan budaya lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, menghadiri pembentukan Panitia Garut Art Atack 2018, Minggu (01/04).

“Kegiatan gelar pesona budaya dan pariwisata melalui Garut Art Atack 2018 bertujuan mendorong dan mengangkat kesenian di Kabupaten Garut agar lebih dikenal di masyarakat. Selama ini Garut kaya dengan kesenian dan budaya, terlebih ditunjang dengan destinasi wisata yang sangat eksotis. Sehingga kami yakin, Garut nantinya akan mampu dikenal oleh masyarakat lokal bahkan mancanegara,” ujar Kepala Disbudpar Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, kepada hariangarut-news.com.

Sementara, menurut Ketua Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat (Korbid Humas) Garut Art Atack 2018, Dodi Gustari, kegiatan yang digelar itu karena saat ini budaya daerah nyaris tergusur dengan maraknya budaya asing, atas dasar itulah dirinya bersama para pelaku seni dan budayawan Garut ingin memupuk kecintaan para generasi muda akan budaya daerah.

“Seni dan Budaya ini yang menjadi salah satu pedoman dan sasaran utama dari segala macam filosofi perjalanan sejarah Garut. Moral lingkungan dan syariat kehidupan distandardisasikan menurut level dari keagungan nilai-nilai budaya luhur. Hingga akhirnya akan mampu mendongkrak pariwisata dan perekonomian bagi masyarakat Kabupaten Garut itu sendiri,” tandas Dodi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut bersama Pengusaha Muda Garut, mendukung penuh kegiatan seni dan budaya yang akan digelar pada 26-29 April 2018 di Kawasan Obyek Wisata Situ Bagendit.

Dodi menjelaskan, panitia Garut Art Atack 2018 bukan saja menggelar kegiatan budaya ini, tetapi para pimpinan Padepokan, Theater, dan Komunitas Seni, semua melalukan pembinaan terhadap anak-anak melalui sanggar seni daerah. Mereka, imbuh Dodi, memberikan wadah sebagai tempat untuk mengembangkan bakat dan juga harapan kedepannya dengan tumbuhnya rasa kecintaan itu, maka budaya daerah tidak akan punah dan akan berlanjut terjaga dari generasi ke generasi, ucapnya.

“Adapun kegiatan Garut Art Atack 2018 ini akan digelar pada 26-29 April mendatang, bertempat di kawasan lokasi obyek wisata Situ Bagendit dengan menyuguhkan berbagai pagelaran seperti Seni Rupa Terapung, Kacapi Suling, Karinding Celempung, Pencak Silat, Kaulinan Barudak Lembur dan kesenian lainnya. Dalam kesempatan ini juga kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pjs Bupati Garut, Kadisbudpar, Kasdim 0611 Garut, Diskominfo dan semua pihak yang telah mendukung pada acara yang akan kami gelar nanti,” pungkas Dodi. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY