Operasi Keselamatan 2018 Sukses, Satlantas Polres Garut Tekan Korban Kecelakaan

0
242

HARIANGARUT-NEWS.COM – Operasi Keselamatan Lodaya 2018 resmi di tutup. Operasi yang digelar Polres Garut selama 21 hari mulai tanggal 5 hingga 25 Maret 2018 ini dinyatakan sukses menurunkan angka pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Garut. Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna SIK, yang diwakili Kasat Lantas Polres Garut, AKP R Erik Bangun Prakasa SH SIK menjelaskan dalam operasinya selama dua minggu lebih ini telah berakhir.

AKP R Erik Bangun Prakasa menyimpulkan kalau operasi ini menunjukkan pengurangan angka kecelakaan yang terjadi. Selain itu Erik juga menambahkan, tujuan dari Operasi Keselamatan Lodaya 2018 adalah salah satu upaya pencegahan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan.

“Terbukti dari data selama operasi terjadi 24 kejadian dengan jumlah meninggal dunia 1 berbeda dengan tahun lalu ada 3 korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Hal itu disebabkan oleh anggota Satlantas yang dengan giatnya terjun ke masyarakat menggelar sosialisasi keselamatan berkendara. Mulai dari perwira bergabung dalam upacara hari Senin di sekolah sebagai pemimpin, ikut pengajian bersama sopir dan awak bus, bergabung dalam kegiatan ceramah, hingga bagi-bagi brosur di jalanan,” ungkap Kasat Lantas.

Jadi lanjut Erik, pihaknya mensosialisasikan cara aman dan tips berkendara yang benar di masyarakat. Di sekolah, kampus, Car Free Day, maupun ditengah masyarakat Garut dan masih banyak lagi. Berbeda dari operasi lainnya, operasi ini tidak berfokus pada penilangan masyarakat, tetapi lebih kepada bimbingan masyarakat untuk menjaga keselamatannya sendiri ketika dilapangan, ujarnya.

“Selama operasi ini Satlantas Polres Garut sedikit melakukan penilangan kebanyakan teguran lisan. Kita beri tahu menjaga keselamatan seperti pentingnya memakai helm, tidak menggunakan handphone saat berkendara, tidak mengonsumsi obat-obatan saat berkendara dan masih banyak lagi,” jelas Erik.

Kasatlantas Polres Garut menuturkan, hasil evaluasi pelanggaran lalulintas sebelum dan sesudah operasi mengalami penurunan cukup signifikan mencapai 70%. Sebelum operasi menargetkan 5.985 pelanggar, sedangkan pada saat digelar operasi hanya terdapat 4.211 pelanggar. Sedangkan dari segi jenis pelanggaran, terbanyak pengendara motor tiga orang, tidak menggunakan helm, tidak membawa surat-surat, muatan dan sabuk keselamatan, imbuhnya.

Masih kata AKP R Erik Bangun Prakasa, keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras dan kreativitas dari personel yang mengawaki dari masing-masing Kasatgas Operasi. Selain itu, pihaknya terbilang sangat gencar melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas di segala lini masyarakat.

“Membagikan helm ke pelanggar berhasil menarik perhatian sekaligus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. Diluar itu, sosialisasi juga masif kami lakukan pada sekolah dan komunitas masyarakat lainnya disamping melalui media online, cetak maupun elektronik,” papar Erik.

Upaya tersebut, lanjut Erik, tidak berhenti saat berlangsungnya operasi saja. Sosialisasi  akan terus dilakukan dengan menggunakan berbagai metode sehingga kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Outputnya adalah pelanggaran dan kecelakaan dapat lebih diminimalisir.

“Kesadaran tertib berlalulintas itu berangkat dari hati masing-masing individu. Bukan karena takut karena ada Polisi. Jadi kita tak akan pernah lelah untuk terus memberikan penyadaran kepada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan pelanggaran semakin menurun. Demikian pula dengan kecelakaan lalulintas bisa semakin di tekan,” pungkasnya. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia ad

LEAVE A REPLY