Menteri Dalam Negeri BEM IPI Garut Menanggapi Impor Beras

0
637

HARIANGARUT-NEWS.COM -Menanggapi kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras menjelang panen raya, mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Prodi PPKn, Fathan Nur Muhajir menerangkan, menurut dia, yang juga selaku juga kader Syarikat Islam yang berdiri dari 1905 dan berfokus pada Ekonomi, sangat menyayangkan tindakan pemerintah dengan mengambil beras dari negara lain sedangkan sebentar lagi petani di Indonesia akan panen beras.

“Hal ini akan membuat petani kita mati. Dalam masalah import, kami berharap pemerintah mengimplementasikan nawa cita dan stop import, serta pemerintah harus mengganti Dirut Bulog, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian karena tidak bisa bekerja,” tandas Fathan.

Fathan yang juga menjabat menteri dalam negeri di BEM IPI menambahkan, menurut ekonom senior Rizal Ramli, kata dia, ada permasalahan yang terjadi sehingga sistem distribusi yang tidak efisien menyebabkan Indonesia harus mengimpor beras.

“Kenapa terjadi masalah ini sekarang? Yaitu seharusnya Bulog pada tahun 2017 beli 2 sampai 2,5 juta ton beras ekuivalen dari petani, tapi Bulog tidak dilakukan dan hanya membeli 58 persen,” ucapnya.

Seharusnya Inpres ini menurutnya setiap tahun diganti, agar para petani untung dan konsumennya diuntungkan.

“Memang aneh bin ajaib Inpres ini dari tahun 2005 hingga 2018 belum diganti, sehingga jika Bulog membeli kemahalan akan menjadi masalah, akan bisa dipenjara pegawainya, dan akhirnya akan kalah bersaing dengan pihak swasta yang bisa mobile dan bayar cash,” tegas Fathan, Kamis (25/01) di Sekretariat BEM Garut.

Ia menambahkan, Kebijakan Impor Beras ini sangat di sayangkan bila kembali mengkaji (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras oleh Pemerintah. Terlihat jelas-jelas pemerintah telah mengesampingkan dan tidak menjaga kepentingan petani, pungkasnya. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY