Lagi, Penyelenggara Pilkada 2018 di Garut Mengundurkan Diri

0
546

HARIANGARUT-NEWS.COM – Mengaku akibat terbebani pekerjaan yang diembannya terlampau berat menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut pada 27 Juni 2018 mendatang. Apalagi, setelah tertangkapnya anggota Komisioner KPUD dan Ketua Panwas Kabupaten Garut, dan rentetan persoalan Pilkada lainnya yang berurusan dengan aparat hukum, seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Iis Aisyah, mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

“Ya betul saya berhenti menjadi anggota PPS Desa Pameungpeuk, bahkan surat pengunduran diri sudah saya sampaikan kepada PPK. Alasan saya mengundurkan diri karena selain berat dengan pekerjaan sebagai penyelenggara Pilkada, juga karena kesibukan saya di rumah karena gak ada yang jagain anak,” ungkap Iis Aisyah warga Kampung Kaum Lebak RW07 Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Rabu (14/03).

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pameungpeuk, Miftah Farid membenarkan, adanya anggota PPS Desa Pameungpeuk yang mengundurkan diri bukan karena terlibat masalah, melainkan karena pekerjaan lain, sehingga tidak bisa menjalankan fungsi sebagai penyelenggara pemilu. Ketua PPK mengatakan, waktu itu yang bersangkutan mengeluh mengenai waktu pekerjaan di PPS sangat padat.

“Bu Iis sangat keberatan karena sering meninggalkan anaknya. Nah pada waktu itu saya berkomunikasi dengan Kasubag Hukum KPUD Kabupaten Garut, katanya harus membuat pernyataan pengunduran diri. Saya langsung sampaikan ke Bu Iis untuk membuat surat pernyataan. Tepatnya tanggal 12 Februari lalu saya titipkan ke pak Asep,” ungkap Miftah.

Sementara Kasubag Hukum KPU Kabupaten Garut, Dudung Dulkifli, saat dikonfirmasi tidak mengetahui adanya anggota PPS di Kecamatan Pameungpek yang mengundurkan diri. Namun Dudung mengatakan jika benar demikian, berkaitan dengan hal itu, kata dia, pihaknya segera menyiapkan calon pengganti anggota PPS tersebut, agar pada tahapan hingga pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut pada 27 Juni 2018 tetap ada pengawalan dari PPS di desanya.

“Saya belum menerima informasi, nanti saya cek, kebetulan sekarang lagi di Jakarta. Kalau benar ada PPS yang mengundurkan diri berarti kami akan segera menyiapkan untuk pengganti Pemilihan Antar Waktu (PAW),” singkat Dudung saat dihubungi melalui seluler. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY