Ketua MAPAG Garut : Borok BKD, Sesama PNS Sudah Saling Peras Apalagi ke Masyarakat Umum

0
1068

HARIANGARUT-NEWS.COM – Mantan anggota DPRD Kabupaten Garut yang saat ini fokus pada kajian anggaran dengan menjabat Ketua Masyarakat Peduli Anggaran Garut (MAPAG), H Haryono SH, mengaku prihatin terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Garut, Selasa (08/05).

Haryono mengungkapkan, meski sudah banyak pejabat negara dipenjara karena OTT, namun tidak memberi efek jera mengurangi perilaku buruk tersebut. Sistem dan moral yang bobrok mendorong praktik suap menjadi sebuah budaya, carut marut dan borok di badan tempat mengangkat harkat jabatan aparatur negara itu semakin jelas ketidakjelasannya, ucapnya.

“Kenapa harus terjadi, bukankah disamping gaji dan tunjangan juga dalam nomenklatur kodrek (tata nama kode rekening) terpisah, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) juga sudah dinaikan? Kenapa SK pengangkatan harus ditahan-tahan? Sesama ASN sudah seperti ini, apalagi ke masyarakat umum. Tentunya aparat penegak hukum sangat paham menangani masalah ini,” ungkap Haryono kepada hariangarut-news.com, Selasa (08/05) malam.

Haryono juga menambahkan, dirinya sangat prihatin praktik suap masih saja terjadi. Untuk itu, sebagai mantan wakil rakyat, ia tidak ingin lagi mendengar adanya pejabat yang tertangkap karena suap atau korupsi. Citra Garut yang selamat ini negatif akan semakin terpuruk bila tidak segera dibenahi. Ini butuh dukungan seluruh elemen dan lapisan masyarakat. Good Government dan Good People, ucapnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Garut sekaligus Ketua MAPAG Garut, H Haryono SH, mengaku prihatin dengan adanya OTT terhadap pejabat BKD Garut.

‘’Jika sudah terbukti tentu surat pemecatan sebagai pejabat PNS akan ada nanti. Kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang bertugas di lingkungan Pemkab Garut. Jangan terulang lagi. Ini juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja abdi negara,” kata Haryono.

Sebelumnya diberitakan, Tim Saber Pungli mengamankan tiga orang pegawai BKD dan dua orang Bidan PNS yang baru dilantik dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Selasa (08/05) pukul 11.50 WIB di kantor BKD Jalan Pahlawan No. 47, Kabupaten Garut, dengan barang bukti uang senilai Rp 31,5 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hariangarut-news.com, berawal adanya 149 Bidan PTT yang diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Garut, akan tetapi untuk menerima SK Pegawai tersebut dari masing-masing CPNS dimintai sejumlah uang oleh oknum pegawai BKD.

Dan jika tidak memberikan, maka SK Pegawai akan ditahan, sehingga dengan terpaksa para CPNS memenuhi permintaan oknum tersebut. Adapun tekhnis penyerahan uang dengan cara di kumpulkan di beberapa CPNS, dan jika sudah terkumpul uang diserahkan kepada pihak BKD. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY