Ketua DPC Gerindra Garut, Menyebarkan Unsur Kebencian Itu Tidak Diperbolehkan dan Ada Konsekwensinya

0
265

HARIANGARUT-NEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, media sosial rawan digunakan untuk penyebaran ujaran, berita bohong (hoaks) serta konten yang menyulut kebencian. Belakang ini, ada dua kasus yang dilaporkan ke Polres Garut terkait dugaan ujaran menjelang Pilkada Garut Serentak.

Terkait adanya salah seorang kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial DS, yang merupakan partai pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Garut dari Paslon Nomor Urut 1, yakni Rudy Gunawan dan Helmi Budiman, yang dimana DS membuat komentar di media sosial facebook dan berujung kepada laporan Kepolisian, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, Enan menyampaikan, bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dan itu diluar sistem kepartaiannya.

“Kalau dilihat secara umum itu sudah ada aturannya yang tertuang dalam undang-undang ITE saat ini. Menyebarkan unsur kebencian itu tidak diperbolehkan dan ada konsekwensinya. Masalah berdampak atau tidaknya ke Paslon Rudy-Helmi, saya kira tidak, karena itu ranah pribadi dan saya yakin masyarakat juga akan lebih dewasa menyikapi persoalan yang terjadi,” ungkap Enan, usai menerima auden Ormas terkait penarikan kendaraan oleh Debt Collector, Kamis (05/04).

Enan menambahkan, menurut informasi yang diterimanya bahwa yang bersangkutan tidak ada unsur menyudutkan pihak dan Peserta Pilkada Garut manapun, adapun kalimat yang ditulis di kolom komentar facebook tidak menunjuk nama siapapun. Dan persoalan ini, kata dia, sudah ditangani oleh Panwas Kecamatan Karang Tengah dan Kepolisian Resor Garut. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia ad

LEAVE A REPLY