Kapolres dan Masyarakat Garut Gelar Penandatanganan Bela Sungkawa Atas Gugurnya Personel Putra Terbaik Polri

0
353

HARIANGARUT-NEWS.COM – Kepoilisan Resor Garut bersama ratusan masyarakat pengunjung Car Free Day (CFD) berkumpul di Lapangan Alun-Alun dan Pos Lantas Asia Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Minggu (13/05). Kegiatan aksi damai warga masyarakat Garut ini melakukan penandatanganan dan ucapan turut berduka cita atas gugurnya 5 Anggota Polri dalam tragedi kerusuhan narapidana teroris (napiter) Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.

Polres Garut bersama masyarakat Garut gelar penandatanganan bela sungkawa dan doa bersama kepada 5 anggota Brimob, Minggu (13/05).

Tampak pula dukungan spanduk deklarasi anti hoax, anti radikalisme dan mendukung Pilkada Damai serta siap menangkal segala kegiatan terorisme. Ada pula ucapan bela sungkawa dan doa memohon kelima personel Polri husnul khotimah.

“Kami turut berduka cita. Semoga amal ibadah diterima oleh Allah SWT. Kami senantiasa siap mendukung Polri memerangi terorisme,” kata Juliadi, tokoh masyarakat Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Minggu (13/03).

Usai doa, peserta kemudian membubuhkan tanda tangan pada spanduk raksasa. Warga Garut mengatakan, kelima korban kerusuhan napiter di Rutan Mako Brimob. Yakni Briptu Syuron Fadhli, Iptu Yudi Rospuji, Brigpol Fandi, Aipda Denny, dan Briptu Wahyu Catur Pamungkas, adalah para Jahidin karena telah membela Negeri.

Masyarakat Garut tidak takut teroris dan siap menangkal bentuk radikalisme.

“Deklarasi ini wujud mendukung kami (Polri) memerangi radikalisme. Serta wujud penghormatan kepada lima personel putra terbaik Polri yang gugur melaksanakan tugas,” kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK didampingi Kasat Lantas Polres Garut, AKP Rd Erik Bangun Prakasa SH SIK dan PJU ditemui hariangarut-news.com usai acara.

Kapolres yang pernah bertugas selama 16 tahun di Kesatuan Brimob ini menambahkan, peristiwa tersebut tidak sedikit pun menurunkan moril pihaknya. Justru membuat semakin bangkit untuk terus mengawal keutuhan NKRI dari segala aksi terorisme dan radikalisme.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menciptakan rasa aman, tenang dan damai. Sebab tidak ada ajaran agama apapun yang membenarkan saling menyakiti,” tutup Kapolres Garut. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY