Ironis, Peninggalan Hindia-Belanda di Pojok Situ Bagendit Garut Menjadi Tempat Sampah

0
712

HARIANGARUT-NEWS.COM – Tepat di pojok utara kawasan obyek wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, berdiri sebuah bangunan peninggalan pemerintah Hindia-Belanda. Bangunan dengan tinggi sekitar 2 meter dan di bawah tanah itu merupakan tempat penyimpanan amunisi dan ruang isolasi berukuran 3 x 4 meter.

Menurut salah seorang tokoh seni perupa Garut yang sehari-hari disana, Samboas (54), sekitar tahun 1919 lokasi Situ Bagendit sempat dijadikan benteng pertahanan Kolonial Belanda. Bagaimana tidak, nama Banyuresmi, kata Sam, tepatnya di Desa Cimareme mendadak populer menghebohkan Indonesia pada awal tahun 1918-an.

Bangunan isolasi peninggalan Belanda selalu terkunci dan dibirakan terbelangkai tanpa fungsi.

Lantas, lanjut Samboas, apa yang mempopulerkan nama Kampung Cimareme tersebut, sampai Pemerintah Hindia Belanda mengerahkan seluruh pasukan tentaranya? Padahal Cimareme hanya sebuah kampung yang mayoritas penduduknya bertani serta jauh dari Garut kota. Artinya, selain obyek wisata Situ Bagendit, di Banyuresmi pernah lahir tokoh perjuangan yang menentang semua bentuk penjajahan.

“Itulah awal mula lahirnya Nasionalis¬≠me Cinta Tanah Air pertama melalui pemberontakan warga yang dimotori Haji Hasan Arif bersama petani dan santri Cimareme. Pada waktu itu, masyarakat Cimareme menolak pengiriman upeti hasil pertanian ke Pemerintah Kolonial Belanda,” papar Sam, sambil menunjuk peninggalan gudang amunisi yang dijadikan tempat pembuangan sampah tersebut dan bangunan ruang isolasi yang selalu terkunci.

Samboas menyayangkan peninggalan sejarah tersebut dibiarkan terbengkalai. Menurut dia, jika saja lokasi tersebut dipelihara dengan dikeliling rantai dan dibelakangnya ada relief tokoh perjuangan, tentunya akan menjadi nilai edukasi dan menarik perhatian pengunjung yang datang ke Situ Bagendit. Sebetulnya pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah mengetahui keberadaan lokasi itu, namun sepertinya hingga saat ini, kata Boas, belum berencana memperbaharui tempat bersejarah tersebut.

“Mestinya Pemkab Garut menganggarkan dana untuk rehabilitas tempat peninggalan gudang amunisi dan bangunan sosialisasi, karena ini akan menjadi daya tarik pengunjung wisata Situ Bagendit. Apalagi pada tanggal 26-29 April mendatang, disini akan digelar Garut Art Attack yang akan menampilkan kreativitas para pelaku seni dan budaya Se-Kabupaten Garut,” pungkas Sam, Senin (23/04). (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY