Indonesia Power Kerjasama dengan Universitas Garut Laksanakan Kuliah Terbuka

0
137

HARIANGARUT-NEWS.COM – Untuk mengenalkan energi terbarukan bagi generasi muda, Perusahaan pembangkitan listrik, Indonesia Power (IP), memberikan kuliah terbuka kepada ratusan Mahasiswa di Universitas Garut. Mereka membuka isi dapur perusahaan, dalam menghasilkan energi listrik.

“Tujuannya, agar masayarakat lebih teredukasi mengenai listrik terbarukan, terutama panas bumi, yang ramah lingkungan,” ujar General Manajer (GM) PT. Indonesia Power UPJP Kamojang, Budi Wibowo, dalam Kuliah Umum Strategi Perusahaan Dalam Memelihara Kelestarian Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat, di Kampus Uniga Jalan Raya Samarang, Kamis (31/05).

Menurut Budi, pengembangan energi listrik nasional terbarukan sudah merupakan kebutuhan perusahaan saat ini. Beberapa negara maju di dunia, sudah lebih dulu memulai mengalihkan pasokannya pada sektor ini, dengan meninggalkan pakem lama yang bersumber dari energi fosil.

“Makanya IP mengajar SMP, pSMA bahkan mahasiswa seperti saat ini agar jangan sampai tertinggal. Saat ini sekitar 84 persen pasokan listrik nasional dikelola Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan 16 persen sisanya dikelola pihak asing. Khusus di Garut, IP mampu menghasilkan 375 MW. Tapi yang dijual 326 MW atau 95 persen, sedangkan 5 persen sisanya dipakai sendiri,” beber Budi.

Dia melanjutkan, pembangunan energi terbarukan panas bumi terbilang tinggi. Rata-rata untuk satu sumur yang dihasilkan minimal dibutuhkan investasi Rp 100 miliar lebih, dengan kandungan panas bumi 4-5 MW.

“Jadi bayangkan saja di kami ada sekitar 48 sumur, berarti sudah Rp 4,8 triliun yang kami investasikan. Dengan kondisi itu, harga jual untuk satu satuan watt energi terbarukan, lebih mahal jika dibandingkan listrik hasil pasokan energi fosil. PLTU batubara harganya hanya Rp 500 per kwh, sementara kami panas bumi bisa di atas Rp 1.100 per KWH,” imbuhnya.

Sementara Rektor Universitas Garut Abdusy Syakur Amin berharap, diberikannya kuliah terbuka itu akan mampu membuka wawasan baru bagi mahasiswa Garut.

“Selama ini kan energi nasional lebih banyak di hasilkan dari fosil. Sementara yang terbarukan bisa dibilang jari, salah satunya di sini IP Kamojang,” kata Syakur.

Dengan melimpahnya sumber pasokan panas bumi yang dihasilkan Garut, lanjut Syakur, tidak menutup kemungkinan jika suatu saat, Universitas Garut menawarkan pembentukan mata kuliah tambahan pilihan bagi mahasiswa.

“Kurikulum itu kan dibentuk disesuaikan kebutuhan, bisa saja mata kuliah energi terbarukan, menjadi alternatif bagi mahasiswa,” kata Syakur.

Dengan upaya itu, imbuh Syakur yang juga Ketua KONI Garut, mahasiswa bisa mengambil lebih banyak kesempatan mendalami energi terbarukan dari alam, untuk memaksimalkan potensi alamnya. Sumbernya kan tidak hanya IP bisa juga yang lainnya, tukasnya.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa tidak hanya dikenalkan pada dapur proses pembuatan listrik dari sumber panas bumi, namun disampaikan dampak kehadiran energi terbarukan bagi industri listrik nasional. (Igie/Adv)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY