Direktur LPPTKA-BKPRMI Garut, Berharap Ada Pos Keagamaan dari Anggaran Desa

0
242

HARIANGARUT-NEWS.COM -Di era modern sekarang ini, kadang anak-anak kurang memperhatikan pendidikan, baik formal atau non formal, bahkan mereka lebih suka bermain smartphone, game online dan lain lain. Hal ini merupakan pemikiran bersama bagi pemerhati pendidikan anak sejak dini.

Di kampung Lembur Sawah Desa Girimukti Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Lembaga Pendidikan bidang keagamaan Pesantren At-Taufiq, yang dipimpin oleh Ajengan Sirojul Mutaqin, beliau salah satu penerus yang melanjutkan jejak langkah orang tuanya almarhum KH. Ade Lukman Hakim. Perkembangan Pesantren At Taufiq sangat pesat, dengan kerjasama dan dukungan masyarakat, sehingga pengelolaan lembaga pendidikan ini terus berjalan sampai sekarang.

Ida Khadijah, Mengembalikan kembali remaja mesjid di jaman now.

Salah seorang pengajar Pesantren At Taufiq, Ai Mulyati S Pd, ditemui disela-sela acara Gebyar Haflah Imtihan dan Tabligh Akbar Pesantren At Taufiq, Sabtu (20/01) mengatakan, bahwa di Pesantren ini mengelola beberapa tingkatan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Asuh Anak Muslim (TAAM), Taman Kanan Kanak (TK), Taman Kanak Kanak Al Qur’an (TKA) dan Diniyah, dan jumlah total siswa/santri yang ada sebanyak 270 siswa.

“Pendidikan Anak dari mulai usia dini merupakan tanggung jawab kita bersama, kami disini sukarela dalam mengajar anak didik, semoga kedepan Pemerintah bisa mendukung kemajuan lembaga pendidikan kami,” ujar Ai.

Sementara Direktur Daerah Lembaga Pengembangan Pendidikan Taman Kanak Kanak Al Qur’an dan Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Mesjid (LPPTKA-BKPRMI) Kabupaten Garut, Ida Khadijah dalam sambutannya mengatakan, perlu perhatian penuh terhadap lembaga pendidikan keagamaan, apalagi pendidikan anak usia dini mulai TAAM, PAUD, TK, TKA, TPA dan Diniah, guna menciptakan siswa/santri yang sholeh sholehah.

“Perjuangan dan tekad kami ingin mengembalikan anak ke Mesjid, mengembalikan anak ke Madrasah,” ujar Ida.

Dia juga menambahkan, Pemerintah Desa sudah saatnya memperhatikan pendidikan warganya dengan mengagendakan anggaran APBDES untuk kepentingan pengembangan lembaga pendidikan keagamaan menjadi program unggulan Desa.

“Dana Desa bisa digunakan, sesuai Permendesa sebagai payung hukumnya sudah mengamanatkan, seperti kegiatan belajar mengajar dan Pengembangan pendidikan keagamaan,” pungkas Ida. (NDY)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY