Diduga Lenyapkan Berkas, Ketua KPUD Garut Dilaporkan ke Polisi dan Panwaskab

0
3666

HARIANGARUT-NEWS.COM –Rasa kecewa dirasakan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, Agus Supriadi dan Imas Aan Ubudiyah yang diusung Partai Demokrat dan PKB. Keduanya dinyatakan gagal maju dalam Pikada Serentak tahun Ini setelah KPU Kabupaten Garut mengumumkan dan menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, Senin (12/02) di gedung Intan Balarea, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul.

Pasangan Agus -Imas Ini dinyatakan tidak memenuhi syarat pada administrasi saat melakukan pendaftaran, yaitu tidak adanya Surat Keterangan dari Balai Pemasyarakatan Garut, mengingat status Agus Supriadi merupakan mantan Narapidana.

Tidak terima atas keputusan KPU, pasangan calon beserta Tim Pemenangannya mendatangi Mapolres Garut melaporkan Ketua KPU Kabupaten Garut, Hilwan Fanaqi ke Polisi. Mereka menuduh jika KPU telah menghilangkan salah satu berkas lampiran persyaratan yang sebenarnya sudah disampaikan Tim Pemenangan ke KPU pada saat pendaftaran.

Menurut Tim Pemenangan surat dari Balai Pemasyarakatan Garut sebagaimana diminta oleh KPU sudah diserahkan yang isinya jika surat keterangan terkait status Agus Supriadi masih dalam proses pihak Balai Pemasyarakatan. Sehingga Tim menilai jika semua persyaratan sudah dilengkapi.

Mereka Geram saat KPU mengumumkan pasangan Agus-Imas dinyatakan gugur tidak memenuhi syarat, yang akhirnya Ketua KPUD Garut dilaporkan ke Polisi dan dituding telah menghilangkan salah satu berkas persyaratan.

Ketua Tim Advokasi Pemenangan Agus-Imas, Risman Nuryadi menyampaikan, dalam salah satu syarat yang diminta KPU Surat Keterangan Pembebasan Bersyarat, saat itu sudah dilayangkan, dan Bapas Garut sudah menjawab surat keterangan itu masih dalam proses.

“Tapi pada saat penetapan dalam Berita Acara Persyaratan itu tidak ada, padahal saat itu kita sudah sampaikan berkas yang diterima dari Bapas dan diserahkan Ke KPU,” ujar Risman.

Tidak hanya melaporkan KPU ke Polisi, pasangan Calon dan Tim Pemenangan Agus-Imas pun mendatangi Panitia Pengawas atau Panwas Kabupaten Garut. Tim melaporkan dugaan tindakan penyelewengan Penyelenggaraan Pilkada yang merugikan salah satu Pasangan Calon.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Garut, Hilwan Fanaqi, tidak berkenan memberikan keterangan, mengingat yang bersangkutan diamankan Kepolisian dengan menggunakan mobil Barakuda milik Brimob Polda Jabar setelah Pelaksanaan Penetapan Pasangan Calon. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY