Didesak HMI, Ketua Komisi A DPRD Minta Ketua KPU Garut Hadir Saat Audensi

0
785

HARIANGARUT-NEWS.COM – Menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut Tahun 2018, puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut menggelar aksi demonstrasi di Tugu Simpang Lima, Selasa (21/03).

Aksi demontrasi dilanjutkan dengan audensi di ruang rapat gedung DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot. Tampak hadir Ketua Komisi A DPRD, H Alit Suherman, beserta anggota Ir Yayat Hidayat dan Asep Mulyana, perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Garut, sekretariat KPU Kabupaten Garut, dan puluhan kader HMI. Aksi yang berlangsung mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Garut.

Dalam audensinya, Ketua HMI Cabang Garut, Imam Sanusy menyampaikan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kabupaten Garut memiliki peranan penting dalam terselenggaranya pemilu yang berkualitas. Karena, kata Sanusi, penyelenggaran Pemilu yang berkualitas akan melahirkan pemimpin yang berkualitas pula.

“Prinsip penyelenggaraan Pemilu, kenetralan, integritas, kerjasama antara penyelenggara pemilu, masyarakat dan kebersihan penyelenggara pemilu sangat dibutuhkan guna untuk menentukan lahirnya pemimpin Kepala Daerah yang bersih sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 3 tentang prinsip Pemilu yang menyatakan bahwa penyelenggara harus mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, akuntabilitas, efektif dan efisien,” ungkap Ketua HMI, Imam Sanusy, Selasa (21/03).

Namun belakangan ini, lanjut Imam, telah terjadi kasus yang mencoreng nama baik lembaga institusi KPU dan Panwas Kabupaten Garut, sehingga mencederai nilai-nilai kepemiluan yang menyebabkan rasa kecewa yang sangat besar dari masyarakat terhadap kinerja penyelenggara Pemilu tersebut. Dengan terciduknya penangkapan salah satu Komisioner KPU Kabupaten Garut, imbuhnya, jelas itu sudah melanggar asas prinsip dan terindikasi semua Komisioner ikut terlibat atas persoalan tersebut.

“Maka oleh karena itu kami dari HMI Cabang Garut menyatakan sikap dan akan terus berkonsolidasi untuk menyatakan sikap dan menuntut KPU Kabupaten Garut bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi ditubuh KPU, dan bertanggung jawab meningkatkan kembali rasa kepercayaan masyarakat. Selain itu kepada pihak penyidik Kepolisian agar segera mengusut tuntas secara komprehensif terkait permasalahan yang ada di KPU Garut,” pungkasnya.

HMI Cabang Garut akan terus melakukan audensi sampai tuntutannya terpenuhi bertemu dengan Ketua KPUD Kabupaten Garut, Hilwan Fanaqi.

Sementara Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut, Alit Suherman menegaskan, KPU sebagai penyelenggara pemilihan harus bekerja sungguh-sungguh dan optimal dalam seluruh proses Pemilu, mulai dari pendataan para pemilih, hingga meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Mewakili masyarakat Kabupaten Garut, saya berpesan kepada KPU agar bertindak secara profesional sesuai dengan fungsinya, dan memastikan seluruh tahapan-tahapan berjalan dengan baik. KPU diharapkan berperan aktif meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memilih, khususnya bagi para pemilih pemula,” kata Alit.

Dalam kesempatan tersebut, pihak HMI bersikukuh agar Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi dihadirkan, bahkan Ketua Komisi A DPRD saat audensi sempat menghubungi Ketua KPU namun tidak aktif. Audensi akhirnya disepakati akan kembali digelar pada tanggal 28 Maret 2018 mendatang dengan catatan Ketua KPU Kabupaten Garut dihadirkan. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY