Di Garut, Dara Manis Sang Juara Umum di Ujian Nasional Ini Rela Menjadi Tukang Tambal Ban

0
1707

HARIANGARUT-NEWS.COM – Kesan wanita cantik biasanya jarang ada yang mau dengan pekerjaan yang mengotori pakaian dan badannya. Bau harum menyengat, putih bersih dan pakaian mahal biasanya mengikuti gaya mereka. Dalam segi pekerjaan, tak sedikit mereka menempuh dengan jalan instan agar cepat banyak uang tak perduli itu halal atau tidak.

Namun percaya atau tidak, Irma Tri Resmiati, gadis manis asal warga Kampung Warung RT02/05 Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, demi membantu kedua orang tuanya, ia rela menjadi tukang tambal ban. Sejak lulus SMEA pada Tahun 2013 lalu, setiap hari Irma siap mengotori jarinya yang lentik dengan kotoran ban motor. Tugas itu dijalani untuk meringankan beban orangtuanya. Meskipun hasilnya tak seberapa, namun dia bahagia bisa membantu kedua orang tuanya.

“Usai lulus sekolah, saya sempat bekerja di bagian admin di salah satu perusahaan di Jakarta, namun hanya bertahan tiga bulan. Bukan apa-apa, saya kasihan sama orang tua, kasihan tidak ada yang membantu bapak bekerja menambal ban, apalagi saat ini ibu punya penyakit darah tinggi. Kalaupun ada lowongan kerja sih, saya memilih yang ada di daerah Garut saja dan tidak jauh dari orangtua,” terang Irma kepada hariangarut-news.com, Jumat (06/04) sore.

Irma sempat memperlihatkan sertifikat pelatihan DAC Easy Accounting dan Tekhnik Computer, yang ia peroleh saat sekolah dulu.

Irma mengaku, dirinya tidak pernah malu ataupun risih bekerja sebagai tukang tambal ban. Sekilas, siapapun tidak akan pernah menyangka, putri keempat dari pasangan Baban Rusmana dan Euis Rosmawati ini merupakan anak berprestasi di sekolahnya. Siswi lulusan SMEA Ma’arif Cicalengka, Kabupaten Bandung ini merupakan Juara Umum Ujian Nasional dengan nilai rata-rata 8,7.

Disamping itu, selain menjadi Juara Umum, gadis kelahiran 21 Januari 1995 ini juga memiliki Sertifikat Pelatihan Dasar Accounting dengan materi DAC Easy Accounting dari Rektor Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, juga Sertifikat Jurusan Tekhnik Komputer Jaringan yang ia peroleh saat sekolah dulu.

Baban, orangtua Irma, mengaku bangga putri bungsunya bisa membantu meringankan pekerjaan dirinya. Tapi orang tua mana yang tega membiarkan gadisnya setiap hari bergumul melepas ban dalam sepeda motor milik pelanggan. Walaupun tak tega melihat anaknya bekerja keras, namun Baban juga tak bisa melarang anaknya berbuat baik untuk keluarga. Ada rasa haru yang menyelinap dalam hati Baban, andai ada pekerjaan yang lebih baik dan tak jauh dari orangtua, Baban ingin mengikhlaskannya.

Bila sedang tidak bekerja sebagai tukang tambal ban, Irma (Memakai baju hitam putih) berkumpul bersama teman-temannya.

“Sebenarnya saya juga kasihan sama dia, Irma itu anak pintar dan jago komputer. Pernah dulu dia mengatakan ingin kuliah, tapi mungkin melihat kondisi orangtua yang pas-pasan, hal tersebut tak pernah diungkapkannya lagi. Saya masih ingat, sudah dua tahun Irma terjun membantu saya menjadi tukang tambal ban. Itu pertama kali dilakukannya saat tangan saya kena musibah,” terang Baban Rusmana.

Baban menambahkan, Irma merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Kakak-kakak Irma semuanya sudah menikah dan tinggal diluar Garut. Baban mengaku bahagia, selain memiliki anak yang cantik dan pintar, kata Baban, Irma juga tak segan bekerja keras untuk membantunya. Tapi tentu, kebahagiaan Baban dan Euis akan semakin lengkap bila putrinya itu mendapatkan pekerjaan sesuai dengan potensi yang dimilikinya, yakni, sebagai seorang operator komputer. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY