Cegah Pengunjuk Rasa Anarkis, Kapolres Garut Jaminkan penegakan Hukum

0
338

HARIANGARUT-NEWS.COM – Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK memimpin langsung pengamanan unjuk rasa warga masyarakat 4 Kecamatan yakni warga Kecamatan Banyuresmi, Tarogong Kaler, Garut Kota dan Karangpawitan terhadap keberadaan PT. Afta Arafah Indonesia, salahsatu Perusahaan asing Korea Selatan yang bergerak dalam industri Pengelolaan Limbah Bulu Ayam & Tulang yang berlokasi di Kampung Bojong Larang RT.05/15 Kelurahan Sukamantri Kecamatan Garut Kota, (11/05).

Masyarakat dari empat kecamatan membubarkan diri setelah Kapolres Garut memberikan jaminan hukum terkait persoalan pabrik tersebut, Jumat (11/05).

Unjuk rasa sendiri dipicu akibat dampak limbah pencemaran udara yang mengakibatkan bau tidak sedap dari proses operasional Pabrik PT. Afta Arafah Indonesia dengan pemilik Perusahaan Park JungWoo warga Korea Selatan dan penanggung jawab perusahaan, Sofy Martin SH, yang sudah berlangsung belasan tahun serta tidak tegasnya Pemda Garut atas permasalahan ini, padahal perusahaan telah tidak memiliki izin operasi sejak Tahun 2013.

Berdasarkan pantauan hariangarut-news.com, pengunjuk rasa sempat melakukan pembakaran terhadap pabrik, namun kebarakan tidak sempat meluas setelah 2 unit mobil dari Dinas Damkar Kabupaten Garut diturunkan. Wargapun membubarkan diri setelah Kapolres Garut memberikan jaminan hukum atas kasus pabrik itu.

“Saat ini situasi sudah kondusif, adapun pihak pengusaha akan kita bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan. Sementara kondisi pabrik saat ini kira beri Police Line serta dalam penjagaan anggota Polisi,” pungkas Budi Satria Wiguna di lokasi pabrik. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY