Bikin NPWP di Kantor Pajak Pratama Garut Bisa Capai Ratusan Ribu

0
279

HARIANGARUT-NEWS.COM – Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pribadi sangat banyak kegunaannya bagi wajib pajak. Dengan NPWP, urusan dengan bank akan lebih mudah. Kegunaan NPWP juga bisa membuka rekening, mencetak rekening koran, dan mengajukan kredit. Kredit ini tidak harus berupa uang, tetapi bisa berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau penggunaan kartu kredit.

Salah satunya, Nandy (41) warga Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, bukan untuk urusan ke Bank, ia sengaja membuat NPWP guna melengkapi persyaratan pendaftaran lembaganya ke Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut. Setelah membawa Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa, Fotocopy e-KTP, materai dan mengisi formulir di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Garut, Nandy malah mengurungkan niatnya membuat NPWP.

“Saya tidak memberi peluang adanya pungli. Ini tidak wajar. Sejak kapan pembuatan NPWP harus bayar. Dengan dalih memenuhi PP Nomor 46 Tahun 2013, oleh salah seorang pegawai saya harus menyanggupi pembayaran sebesar Rp250 ribu dan selanjutnya diminta bayar Rp 50 perbulan. Saya sarankan, masyarakat pun jangan mau dan juga harus ikut aktif melakukan pemberantasan pungli dengan tidak memberikan imbalan ke pihak manapun,” tandas Nandy kepada hariangarut-news.com

Nandy menambahkan, kepada salah seorang pegawai disana dia sempat meminta bicara untuk konfirmasi terkait biaya penerbitan NPWP dengan Kepala Kantor Pajak Pratama Garut atau Bagian Humasnya. Setelah bertemu dengan salah seorang Kasi di Pajak Pratama Garut, ternyata ia hanya mendapatkan permohonan maaf dengan alasan miskomunikasi.

Terpisah, saat dikonfirmasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut melalui Sekretaris Dinas Kominfo, Drs Diar Cahdiar Antadiredja M Si, pihaknya menuturkan tidak pernah mendapat informasi adanya penarikan biaya untuk pembuatan NPWP dan tidak pernah ada sosialisasi terkait PP Nomor 46 Tahun 2013 yang dimaksud. (Daus)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY