Bagi Warga Garut, Nilai-Nilai Polisi Lalu Lintas yang Humanis Bukan Isapan Jempol

0
344

HARIANGARUT-NEWS.COM – Paradigma baru Ke­po­li­sian Republik Indonesia (Pol­ri), berorientasi pada pe­me­cahan-pemecahan masalah atau Problem Solver Oriented yang ada di tengah masyarakat. Agar tugas dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, tak pelak dibutuhkan hubungan mesra kedekatan fisik dan non-fisik yang ber­kesi­nam­bungan antara polisi dan masyarakat.

Konsep Polisi yang humanis ini sudah sering diimplementasikan oleh jajaran Satlantas Polres Garut. Seperti yang tampak saat menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2018, Minggu (04/03) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kasat Lantas Polres Garut AKP R Erik Bangun Prakasa SH SIK beserta jajaran, memulai komunikasi yang baik dengan diajaknya pelanggar ngopi bareng dan diberikan helm yang akhirnya menim­bul­kan kesenangan dan dapat saling memengaruhi sikap.

“Ketika diajak secara persuasif misalnya diajak ngopi bareng dulu, maka seorang pengen­dara akan menyadari kesalahan dan menerima dengan legowo sanksi tilang yang dijatuhkan, sehingga yang kemu­dian akan muncul adalah perubahan sikap. Kami berharap, kedepannya pengendara yang melanggar akan lebih berhati-hati dalam menaati peraturan berkendaraan,” ungkap AKP R Erik Bangun Prakasa, Minggu (04/03).

Dalam kegiatan ini, Satlantas Polres Garut memeriksa kelengkapan surat-surat berkendara dari pemotor. Setelah itu, petugas mengajaknya ngopi sekaligus juga memberikan helm kepada pengendara motor. Erik mengatakan, kegiatan ini dilakukan dengan maksud memberikan kesadaran kepada masyarakat agar menaati peraturan lalu lintas.

“Bukan hanya sekedar diajak ngopi bareng, kami membagikan helm kepada masyarakat yang kedapatan melanggar lalu lintas. Tentu hal ini nantinya akan mengubah persepsi, cara memandang dan prosedur, tindakan maupun prilaku si pelanggar itu sendiri,” pungkasnya. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY