26-29 April, Leluhur Garut “Ngaruwat” di Situ Bagendit

0
309

ARIANGARUT-NEWS.COM – Sejumlah kesenian tradisional khas dari kampung adat yang ada di Kabupaten Garut akan dipentaskan pada Festival Budaya Garut Art Attack 2018 di kawasan Obyek Wisata Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, mulai 26-29 April mendatang. Peserta dan pengunjung terbuka untuk semua umur. Mereka bisa menikmati festival budaya ini yang juga sebagai upaya “Ngaruat” atau memelihara pewarisan budaya Sunda kepada generasi muda.

Ketua Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat (Korbid Humas) Garut Art Attack 2018, Dodi Gustari menuturkan, kegiatan ini sebagai ajang kumpul bareng dan silaturahim para pelaku seni. Sambutan dari Forkopimda Garut pun luar biasa. Dengan hadirnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut H Budi Gan Gan SH M Si beserta staff, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Drs Diar Cahdiar Antadiredja M Si, Kasat Binmas Polres Garut AKP H Poniman SH, Forkopim Kecamatan Banyuresmi dan tamu undangan lain pada acara techical meeting itu sebuah dukungan bahwa mereka ingin kegiatan tersebut berjalan sukses, kata Dodi.

Para pelaku seni budaya dan Forkopimda Kabupaten Garut bertekad melestarikan nilai-nilai warisan leluhur dengan digelar Festival Garut Art Attack pada 26-29 April 2018 di Situ Bagendit, Banyuresmi.

“Kegiatan yang digelar di kawasan obyek wisata Situ Bagendit dikemas untuk menghadirkan ratusan pelaku seni dan budaya dalam satu ajang. Sejumlah kesenian khas kampung selain yang akan ditampilkan adalah kesenian tradisional, ada juga Pameran Seni Rupa Terapung di atas Rakit Situ Bagendit, Talk Show Kebudayaan, Luwak Catwalk, Bambu Gila dan lainnya,” papar Dodi.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, H Budi Gan Gan SH M Si, mengatakan bahwa pihaknya mengumpulkan ratusan perwakilan para pelaku seni bukan hal yang mudah. Namun dia mengapresiasi, karena ternyata masing-masing antusias dan mengirimkan dutanya ke festival nanti.

“Setiap daerah di Kabupaten Garut punya keunikan dan karakter yang berbeda-beda. Namun semangatnya sama, yakni untuk mempertahankan adat istiadat peninggalkan leluhurnya kepada generasi mereka sehingga tetap lestari. Selain itu, kegiatan lainnya yang akan digelar adalah diskusi, permainan “baheula” (tradisional), menggambar, mewarnai dan juga pentas Ritual Raja Banyu,” pungkas Budi. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY