Bantu Atasi Masalah Sampah, Pemkab Garut Jalin Kerjasama dengan Jepang

0
102

HARIANGARUT-NEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Garut terus mencari solusi dalam permasalahan pengelolaan sampah. Salah satunya yakni menjajaki kerjasama denga beberapa negara.

“Ada lima negara yang sudah ketemu dan memaparkan solusi pengelolaan sampah ini, ” ujar Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman kepada wartawan di ruangannya, Senin (11/02).

Menurut Wabup, dari lima negera yakni Korea Selatan, Amerika, Prancis, Australia dan Jepang yang sudah bertemu ini pihaknya belum megambil mana yang akan diajak kerjasama pengelolaan sampah ini.

“Semua alat pengelolaan sampah yang ditawarkan bagus dan mempunyai kelebihan serta kekurangannya tiap negara ini,” ujarnya.

Seperti Jepang, kata dia, mereka menawarkan alat pengeolaan sampah yang bisa mengubah sampah menjadi pupuk, briket dan yang lainnya.

“Alatnya bagus, tetapi harganya lumayan maha. Sekitar Rp 70 miliaran. Maka dari itu, dalam mengambil keputusan kerjasama ini kita akan melihat dulu mana alat yang cocok digunakan di Kabupaten Garut. Karena prinsipnya pemerintah mencari teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, ekonomis dan terjangkau oleh APBD Garut serta memungkinkan untuk di terapkan di Garut,” papar Helmi.

Hemi menerangkan, produksi sampah di Garut setiap harinya mencapai 200 ton. Sementara, pengelolaan sampah yang ada saat ini masih bersifat konvensional dengan di tumpuk dan dibakar di satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada yaitu Pasir Bajing.

“Kami menargetkan tahun mendatang pemerintah sudah bisa memutuskan teknologi penggunaan sampah yang akan digunakan dan bekerjasama dengan negara mana. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kita tentukan teknologi yang akan digunakan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut, Asep Suparman, menambahkan, selain dengan perusahaan dari lima negara, ada juga perguruan tinggi di Indonesia yang telah menawarkan konsep pengolahan sampah berikut dengan pola pembiayaannya.

“Ada juga dari Universitas Padjadjaran (Unpad), mereka juga telah menawarkan konsepnya dan pembiayaan,” katanya.

Dia berharap, pemerintah daerah bisa segera menetapkan pola penanganan sampah yang akan digunakan. Karena, kapasitas TPA yang ada saat ini tentunya akan terus berkurang dan perlu pengelolaan yang baik dan ramah lingkungan. (Igie/YN)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY