Penyuluhan Bahaya Narkoba di Pedesaan Minim, PANNA Garut dan KKN Uniga Gelar Sosialisasi di Kecamatan Cisewu

0
114

HARIANGARUT-NEWS.COM – Peredaran narkoba tidak hanya menyasar kota-kota besar, melainkan sudah sampai pelosok nusantara dan daerah pinggiran. Apabila tidak ada pembentengan dan minimnya upaya pencegahan, maka tak ayal narkoba semakin merajalela.

Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah pinggiran terutama pedesaan, maka diperlukan upaya pihak terkiat dalam menanggulanginya. Pencegahan perlu digalakkan terutama bagi kalangan pelajar.

Mengingat hal tersebut, DPC Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kecamatan Cisewu bekerjasama dengan mahasiswa-mahasiswi KKN Tematik Universitas Garut (Uniga) menggelar Soialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Yayasan Mts Darul Ulum Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Sabtu (09/02).

Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom, bersama KKN Tematik Universitas Garut Gelar sosialisasi dan penyuluhan bahaya Narkoba di Kecamatan Cisewu.

Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom menyampaikan, para pelajar di wilayah pedasaan sangat minim diberi sosialisasi dampak penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu, siswa-siswi di daerah yang jauh dari pusat kota perlu pemahaman bahaya narkoba.

“Karena usia pelajar ini sangat rentan jadi sasaran para mafia narkoba, penyuluhan semacam ini perlu terus menerus dilakukan. Khususnya di wilayah pedesaan agar tidak terpapar penyalahgunaan obat-obat terlarang,” katanya usai memberikan Penyuluhan di Mts Darul Ulum Kecamatan Cisewu, Sabtu (09/02).

Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat dan pemerintah ntuk memerangi terus narkoba dan sejenisnya. Tak hanya itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait pun diharapkan secara intens memberikan perhatian penuh kepada kreatifitas siswa agar tidak tergiur mencicipi apalagi mencoba narkoba.

Siswa-siswi Mts Darul Ulum Cisewu, antusian mengikuti penyuluhan bahaya Narkoba.

“Sosialisasi dan Kampanye Stop Narkoba harus dikibarkan di seluruh Kabupaten Garut ini. Wilayah pedesaan bahkan ke pelosok harus kita tembus demi menyelamatkan generasi muda kita. Pengedar dan bandar akan terus mengintai, maka kami mengimbau kepada semua elemen masyarakat, khususnya orang tua untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerat dari bahaya narkoba,” ujar Igie.

DPD PANNA Kabupaten Garut mengapresiasi langkah mahasiswa-mahasiswi KKN-Tematik Uniga dan pihak sekolah yang sudah memberikan ruang untuk menyampaikan penyuluhan dampak buruk narkoba kepada 200 pelajar Mts Darul Ulum. Acara sosialisasi ini juga dibuka sesi tanya jawab seputar bahaya narkoba dengan dimoderatori oleh Sekretaris DPD PANNA Kabupaten Garut.

Ketua dan anggota DPC PANNA Kecamatan Cisewu gencar sosialisasikan bahaya narkoba di wilayah Garut selatan.

Salah seorang peserta KKN-Tematik yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Tati Sumarni mengatakan, acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka untuk mengisi acara program KKN Tematik Uniga Tahun 2019 yang ada di Kelompok 26. Ia juga menuturkan, sosialisasi ini untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya narkoba bagi para pelajar di Kecamatan Cisewu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus DPD dan DPC PANNA, atas kesediaannya memberikan Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi para pelajar di Mts Darul Ulum. Pengetahuan tentang bahaya narkoba menurut kami sangat penting, dalam upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, baik di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi maupun dilingkungan masyarakat. Indonesia saat ini dalam kondisi darurat narkoba dan wilayah Garut Selatan adalah daerah yang cukup rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” pungkas Tati.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah beserta guru Mts Darul Ulum, Perangkat Desa Sukajaya, Pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut, Ketua dan anggota DPC PANNA Kecamatan Cisewu, peserta KKN-Tematik Uniga dari Posko Kelompok 26, serta ratusan pelajar Mts Darul Ulum. (Ndy)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY