Tandatangani MoU Penyaluran Bansos, Polres Garut Bentuk Satgas Khusus

0
356

HARIANGARUT-NEWS.COM – Polres Garut siap membantu Pemerintah Kabupaten Garut dalam pengawasan dan penegakan hukum penyaluran bantuan sosial Kemensos RI. Hal itu disampaikan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK saat menyaksikan video conference penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Polri dan Kementrian sosial di ruang Bag Ops Polres Garut, Jumat, (11/01).

Acara video itu juga dihadiri Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman, Plt Sekda Kabupaten Garut, Yati Rochayati, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dra Hj Kuraesin Relawati M SI, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Heri Gunawan Saputra S Sos, Pejabat Utama (PJU) Polres Garut serta para Kapolsek Jajaran Polres Garut.

‚ÄúPenandatanganan Mou Polri dan Kementrian Sosial ini untuk pengawasan distribusi bantuan masyarakat. Jadi intinnya kami sebagai anggota Polri akan membackup seperlunya dengan program tersebut, khususnya di wilayah Kabupaten Garut. Ini untuk menghindari penyimpangan agar bantuan tepat sasaran. Dalam nota kesepahaman tersebut, diatur kerja sama terkait bantuan pengamanan dan penegakan hukum dan pelaksanaan penyaluran bantuan sosial,” tukasnya.

Kapolres Garut menambahkan, adapun ruang lingkup nota kesepahaman tersebut yaitu mencakup pertukaran data dan informasi, bantuan pengawasan dan pengamanan, penegakan hukum. Budi menambahkan, nantinya tim akan membentuk Satgas khsusus untuk menindaklanjuti MoU tersebut, tutupnya.

Sementara Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman menyampaikan, pihaknya baru saja menyaksikan MoU Video Conference Penandatanganan Nota Kesepakatan bersama antara Polri dan Kemensos terkait penegakan hukum pada pelaksanaan penyaluran bantuan sosial. Anggaran Kementrian Sosial cukup besar, namun imbuh Helmi, disisi lain berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum jika tidak dilakukan pengawasan.

“Mudah-mudahan pengarahan-pengarahan dari Polres Garut kepada Dinas Sosial terkait MoU tersebut bisa dilaksanakan oleh petugas dilapangan. Adapun pengawasan dilakukan untuk memonitor bansos atau program yang diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu atau memiliki keterbatasan seperti yang disable, mahasiswa kurang mampu, bencana alam, bencana sosial kemudian ada program-program seperti bantuan tunai untuk keluarga harapan, ada beras sejahtera yang dulunya disebut beras miskin, sekarang beras sejahtera. Banyak sekali programnya,” pungkas Helmi Budiman. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY