Ketua Baznas Garut Menjadi Pemateri World Zakat Forum (WZF) International di Malaysia

0
155

HARIANGARUT-NEWS.COM – Para pegiat zakat dunia berkumpul di World Zakat Forum (WZF) International Conference 2018 yang digelar di Melaka, Malaysia pada hari ini Rabu (05/12). Sebanyak  300 peserta dari berbagai negara ini mendorong penguatan kerja sama antarorganisasi pengelola zakat di dunia untuk mewujudkan kesejahteraan umat.

Acara konferensi juga dihadiri oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Rd H Aas Kosasih M Ag M Si bergabung bersama 31 pembicara dari 16 negara seperti Inggris, India, Nigeria, Bosnia-Herzegovina dan Afrika Selatan. Acara ini akan digelar selama dua hari mulai 5-7 Desember 2018.

Kegiatan World Zakat Forum (WZF) ini diikuti 28 negara muslim seluruh dunia, termasuk Baznas Kabupaten Garut dari Indonesia.

Ketua Baznas Kabupaten Garut, melalui telepon seluler menyampaikan, esensi utama dari zakat seharusnya tidak hanya terbatas pada pemberantasan kemiskinan, tetapi juga untuk pemberdayaan umat. World Zakat Forum 2018 sendiri, kata Aas, mengangkat tema “Penguatan Kerja Sama Zakat Global Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat”.

“Tema ini digunakan saat penghimpunan zakat naik hingga menjadi bagian penting dan sumber keuangan syariah sosial yang sangat potensial. Manfaat zakat harus signifikan dan strategis untuk meningkatkan ukhuwah (kebersamaan), persaudaraan, kolaborasi dan solidaritas di antara negara Muslim serta umat untuk mencapai tujuan bersama,” kata Aas Kosasih.

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd H Aas Kosasih M Ag M Si bergabung dengan pemateri dari 16 negara lainnya.

Dalam mencapai tujuan bersama ini, lanjut Aas, gerakan zakat global membutuhkan platform untuk merumuskan solusi efektif pada masalah multidimensi di dunia Islam. Penggunaan zakat harus memiliki arti strategis untuk memperkuat ukhuwah, kolaborasi, dan solidaritas di antara bangsa-bangsa muslim untuk mencapai tujuan bersama, ucapnya.

“Kebangkitan dunia muslim harus dimulai dari keberhasilan menyelesaikan masalah umat secara mandiri, mandiri di antara dunia muslim sendiri dengan cara memperkuat peran zakat sebagai senjata sosial-ekonomi untuk digunakan dalam menghadapi kapitalisme dan liberalisme,” tutup Aas. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY