Dandim 0611 Garut Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Bebas dari Fitnah, Hoax dan Ujaran Kebencian

0
113

HARIANGARUT-NEWS.COM – Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz S Sos mengimbau kepada seluruh masyarakat Garut, untuk tidak menyebarkan fitnah, ujaran kebencian maupun informasi atau berita hoax, karena menjelang Pemilu tahun 2019 ini rawan akan ada berita-berita yang akan memecah belah umat.

“Masyarakat Garut agar tetap tenang, dan tidak mudah terhasut atau terprovokasi dengan pemberitaan-pemberitaan hoax yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita ini. Hindari pro aktif dan jauhi segala kegiatan yang akan memicu terjadinya perselisihan, baik dalam masa kampanye maupun saat akan menjelang Pilpres dan Pileg,” ujarnya kepada hariangarut-news.com, Rabu (04/12) malam.

Asyraf menyebut, bahwa selama menjelang musim Pemilu biasanya masyarakat sangat rentan disusupi berbagai informasi menyesatkan yang berbau fitnah dan hoax. Kondisi tersebut, kata Dandim, tidak jarang kemudian menjadikan diantara masyarakat melakukan ujaran kebencian dengan menggunakan berbagai media.

“Fitnah, hoax, dan ujaran kebencian ini memang tidak jarang menjadi salah satu pola yang muncul di masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu. Dan hal tersebut sangat mungkin memicu terjadinya keributan hingga konflik personal maupun komunal di kalangan masyarakat,” ujar Dandim.

Di beberapa wilayah, lanjut Asyraf, seperti yang diberitakan sejumlah media, ada yang sampai meninggal dunia akibat hal tersebut dan dia berharap agar hal itu tidak terjadi di Kabupaten Garut. Setiap masyarakat, imbuhnya, tentu tidak menjadi salah ketika mendukung salah satu calon, namun dukungannya jangan kemudian diikuti dengan hoax, fitnah, hingga melakukan ujaran kebencian kepada calon, tandasnya.

“Mendukung saja dengan cara yang sehat untuk bisa meraih simpati sehingga kemudian tercipta situasi dan kondisi yang kondusif juga damai. Pemilu harus tetap menjadi pesta demokrasi rakyat dan jangan sampai berubah menjadi kekerasan sesama masyarakat karena perbedaan pilihan dan pendapat. Dalam Pilpres dan Pileg boleh saja beda pilihan, tetapi tentunya yang harus diingat adalah jangan sampai persatuan dan kesatuan ditinggalkan gara-gara politik,” tegas Dandim 0611 Garut.

Dirinya juga berpesan agar menjaga netralitasTNI dalam menghadapi Pilpres dan Pileg, karena itu merupakan citra dan moralitas TNI yang harus dijunjung tinggi sebagai abdi negara dalam mendukung tugas pengamanan Pemilu. Dandim menegaskan, bahwa TNI dan Polri netral, tidak memilih atau mendukung salah satu pasangan calon, karena politik menurutnya adalah untuk kepentingan negara, bukan kekuasaan.

“Kepada segenap dan seluruh prajurit TNI, Pemilu merupakan pesta rakyat Indonesia tuntutan pengaman dan menciptakan rasa aman adalah tugas kita yang harus dilaksanakan. Mari bersama-sama mewujudkan Pemilu 2019 aman damai dan sejuk. Jangan mudah terprovokasi, Sara dan melanggar aturan hukum,” katanya.

Asyraf menambahkan, tentunya fokus TNI dan Polri adalah untuk menjaga kondusifitas wilayah, tidak diperkenankan untuk terlibat aktif maupun pasif dalam politik praktis, apalagi kekuasaan, tegasnya.

“Hindari ucapan dan ujaran kebencian di Medsos, perbanyak silaturahmi karena semua bersaudara, beda pendapat merupakan keragaman dan pertikaian tidak akan menyelesaikan masalah, Pemilu 2019 tetaplah aman, damai dan sejuk,” cetus Dandim 0611 Garut.

Ia juga mengingatkan, bagi pelaku penyebar fitnah, hoax, dan melakukan ujaran kebencian akan berhadapan dengan sanksi hukum yang berlaku. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan hal tersebut, karena akan berdampak pada terciptanya kondusifitas wilayah dan berhadapan dengan hukum. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY