“Bagi-Bagi Kue” PTSL, Kades di Cibatu Garut Diduga Gelapkan Dana Sertifikat Warga

0
1676

HARIANGARUT-NEWS.COM – Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mempertanyakan kejelasan program sertifikasi tanah melalui PTSL (Pedaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Hal itu karena diduga biaya yang dipungut ke masyarakat dipergunakan sepihak oleh Kepala Desa.

Ketua BPD Desa Mekarsari, Tata E Ansorie S Kom menyampaikan, pihaknya menerima laporan dari seluruh Ketua RW di Desa Mekarsari, bahwa pembuatan sertifikat setiap warga dibebankan Rp150 ribu, sementara kuota di desa Mekarsari 1.250 sertifikat. Dikatakan Tata, menurut laporan para Ketua RW, dana yang terkumpul dari warga malah dipergunakan oleh kades bukan untuk keperuntukkannya.

“Berdasarkan informasi, setelah dipertanyakan oleh para Ketua RW, pak kades sendiri mengakui kalau dana tersebut digunakan untuk biaya pembuatan SIM untuk seluruh perangkat desa. Dana PTSL pun kata kades diberikan ke salah seorang wartawan sebesar Rp14 juta, ke petugas BPN Rp7 juta, membayar piutang ke matrial, pembelian sarana kantor desa,” terang Ketua BPD Mekarsari, Rabu (17/10).

Khawatir program tersebut tak jelas, imbuh Tata, akhirnya seluruh RW mengadukan ke BPD. Saat dikonfirmasi, Tata membenarkan menerima laporan dari para RW terkait program PTSL.

“Kami sudah meminta klarifikasi dari kades, ternyata diakui sejumlah uang telah dipergunakan. Tentu ini bertentangan, makanya kami akan meminta rincian yang jelas penggunaan dana itu,” ujarnya.

Lanjut Tata, pihaknya sangat prihatin atas tindakan kades tersebut. Ia khawatir warga yang sudah membayar akhirnya tidak mendapatkan sertifikat.

“Seyogyannya pak camat segera turun dan menangani persoalan ini agar tidak melebar,” pungkas Tata.

Terpisah saat dihubungi, Kepala Bidang Pemerintah Desa (Kabid Pemdes) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Asep Mulyana SIP M Si menyampaikan, pihaknya belum menerima laporan terkait informasi dugaan penggelapan PTSL di Desa Mekarsari.

“Belum, saya belum menerima informasi dugaan tersebut. Tapi sekarang saya akan coba menghubungi Kepala Desanya, nanti saya kabarin lagi,” singkat Asep saat dikonfirmasi melalui seluler, Rabu (17/10). (San)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY