Pengurus DPD PANNA Garut Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMPN 3 Bayongbong

0
481

HARIANGARUT-NEWS.COM – Melalui Program Garut Taqwa, Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Garut bersama Pegiat Anti Narkoba dari DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, menggelar sosialiasi dan penyuluhan bahaya Narkoba kepada 700 siswa-siswi di lapangan upacara SMP Negeri 3 Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Jumat (31/08).

Ketua DPD PANNA Kabupaten Garut, Igie N Rukmana S Kom mengatakan, pihaknya gencar menggalakan kampanye bahaya narkoba dan berharap dapat membentengi generasi muda di Kabupaten Garut dari pengaruh bahaya narkotika. Dikatakan Igie, pihaknya juga sengaja datang ke sekolah SMPN 3 Bayongbong untuk memberikan sosialisasi, pemantapan, testimoni agar anak-anak tidak masuk ke dalam lingkaran pemakai narkoba. Sebab, kata dia, peredaran narkoba tidak hanya dilingkungan tempat tinggal tetapi sudah menyasar ke sekolah, ujarnya.

Foto bareng usai kegiatan penyuluhan, Pengurus DPD PANNA bersama guru dan Kepala Sekolah SMPN 3 Bayongbong

“Penyuluhan ini dilakukan agar para pelajar di Kabupaten Garut terhindar dari bahaya narkoba, baik itu penggunaan, jual beli atau bisnis barang haram yang dimaksud. Diharapkan seluruh pelajar disini mampu menjaga dan membentengi diri dari narkoba. Salah satu pintu gerbang penyalahgunaan narkoba terutama pada kelompok remaja adalah dengan merokok,” tandas Ketua DPD Garut.

Duta Narkoba PANNA Kabupaten Garut, Yanto Susanto A MK menjadi narasumber pada sosialisasi yang diikuti sekitar 700 pelajar di sekolah tersebut. Dalam pemaparannya, Yanto menyampaikan narkoba merupakan bahan atau zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi kondisi fisik terutama kesadaran saraf otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis dan fungsi sosial.

Pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut di SMPN 3 Bayongbong, Jumat (31/08).

“Narkoba adalah zat yang mempunyai resiko kesadaran bagi penggunanya. Begitupun dengan obat batuk maupun lem aibon, bila penggunaannya berlebihan akan mengganggu syaraf otak,” ungkap Yanto.

Selain itu, Yanto mengungkapkan berbagai jenis Narkoba atau dikenal Napza yaitu singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Diantaranya ganja, daun kecubung, ekstasi, heroin, putaw, sabu-sabu dan lain lain. Kemudian juga disampaikan mengenai dampak yang terjadi setelah menggunakan narkoba.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bayongbong, dr Kukun Rahmat S Pd M Si, didampingi guru Kesiswaan H Dedi Kusamna S Pd, mengucapkan terima kasih kepada pengurus DPD PANNA Kabupaten Garut. Pihaknya mengaku senang, anak asuhnya mendapatkan materi tentang bahaya narkoba.

“Pada awal tahun pelajaran ini, banyak siswa baru yang belum paham mengenai narkoba. Sekarang paling tidak siswa-siswi kami menjadi paham apa itu narkoba, bahayanya, efek yang ditimbulkan dan sebagainya. Terima kasih kepada pengurus PANNA, materinya sangat bermanfaat,” pungkas Kepala Sekolah SMPN 3 Bayongbong.

Narasumber Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba dari DPD PANNA Kabupaten Garut, Yanto Susanto A MK, yang juga bertugas sebagai perawat di Puskesmas Bayongbong.

Terpisah, Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd H Aad Kosasih S Ag M Si mengatakan, melalui Program Garut Taqwa, pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda pelajar, agar tidak terjerumus menggunakan narkoba.

“Melalui Program Garut Taqwa yang ada di Baznas Kabupaten Garut, saya akan terus menyebarkan informasi yang baik, sebagai bentuk penyuluhan dan menyelamatkan generasi bangsa dari lubang hitam narkoba yang dapat merusak cita-cita dan kehidupan,” singkat Aas Kosasih, yang juga menjabat sebagai Penasehat di DPD PANNA Kabupaten Garut. (NDY)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY