Anggota DPRD Komisi D Garut, Soroti Aksi Mogok Kerja 16 Sukwan di Puskesmas Cisandaan

0
1113

HARIANGARUT-NEWS.COM – Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Karnoto S Kep M Si, menanggapi para tenaga medis di Puskesmas Cisandaan Kecamatan Pamulihan melakukan aksi mogok kerja karena dinilai tidak adanya transparansi, tekanan dan kurangnya perhatian dari Kepala Puskesmas terhadap 16 Sukwan pada beberapa waktu lalu.

Karnoto, yang juga menjabat Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Garut menuturkan, agar semua pihak yang berseteru mendahulukan kepentingan masyarakat. Hubungan antar personal harus terjalin sebagaimana mestinya pimpinan dan bawahan. Ketua DPD PPNI ini juga mengatakan, akan menanggapi serius perihal aksi mogok kerja pegawai Sukwan di Puskesmas Cisandaan tersebut.

“Saya mohon agar semua pihak mendahulukan kepentingan masyarakat, tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Alangkah baiknya semua pihak duduk bersama, terus bermusyawarah dengan kepala dan hati yang dingin untuk mencari titik temu. Apalagi di bulan ramadhan yang mulia ini, saya yakin kawan-kawan di profesi kesehatan memiliki pikiran yang jernih dan kepedulian yang tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pamulihan,” harap Karnoto, Jumat (08/06).

Diberitakan sebelumnya, 16 Sukwan di Puskesmas Cisandaan Kecamatan Pamulihan ramai-ramai melakukan aksi mogok kerja pada Rabu dan Kamis (30-31/05) lalu. Bahkan buntut dari kejadian tersebut, salah seorang Sukwan, dr Arif Nugraha, mendapat desakan dengan dibuatkannya Surat Pengunduran Diri oleh pihak TU Puskesmas.

Dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan masyarakat, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Garut langsung turun tangan dan melakukan investigasi guna menyelesaikan persoalan yang meilbatkan Kepala Puskesmas, Kepala BP dan tenaga Sukwan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas yang baru saja pimpinannya mengundurkan diri itu. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY