Pasca Pengunduran Diri Kadinkes Garut, Seorang Dokter dan 15 Sukwan di Puskesmas Pamulihan Mogok Kerja

0
1734

HARIANGARUT-NEWS.COM – Pasca Pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Tenni Swara Rifai, kini seorang dokter dan 15 orang Sukwan yang bertugas di Puskesmas Cisandaan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut dengan pelayanan 24 jam dikabarkan ramai-ramai melakukan mogok kerja, pada Rabu dan Kamis (30-31/05) lalu. Hal ini mendapat reaksi dari masyarakat setempat yang ingin mempertahankan agar dokter tidak mengundurkan diri dan tenaga Sukwan kembali melakukan tugasnya karena akan mengganggu pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun hariangarut-news.com, Kamis (07/06) malam, persoalan mundurnya tenaga dokter atas nama Arif Nugraha dan 15 orang Sukwan lainnya disebut-sebut karena tidak adanya transparansi, tekanan dan kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan pegawai di Puskesmas yang memiliki enam pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

Dikatakan oleh salah seorang Sukwan yang bertugas selama 32 tahun di Puskesmas Cisandaan, Daning Widaningsih (50), mundurnya dokter Arif Nugraha dan mogok kerja yang dilakukan 15 Sukwan termasuk dirinya, selain karena jerih payah yang diterima tak sebanding dengan beban kerja yang dijalani, juga tidak adanya transparansi di Puskesmas tersebut.

Surat Pengunduran Diri dr Arif Nugraha yang dibuat oleh pihak TU Puskesmas Cisandaan, Kecamatan Pamulihan.

“Yang paling memprihatinkan, saat dokter Arif dibuatkan surat pengunduran diri oleh petugas TU Puskesmas, agar menandatangani surat pengunduran dirinya. Ini sangat tidak elok. Belum lagi tuduhan makar yang ditudingkan Kepala BP Puskesmas kepada saudari Tita Sandriani karena semua Sukwan disini melakukan mogok kerja selama dua hari pada Rabu kemarin dan hari Kamis tadi,” papar Daning warga Kampung Cisandaan RT02/01 Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kamis (07/06).

Senada dengan Daning, Sukwan lainnya yakni Tita Sandriani (26), diduga malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang Mantri Puskesmas berinisial AD. Tita mengaku, dihadapan suaminya ia bersama dokter Arif dituduh melakukan provokasi atas aksi mogok kerja yang dilakukan para Sukwan tersebut.

“Setelah dua hari mogok kerja, Kepala Puskesmas memanggil saya dan rekan Sukwan lainnya. Hanya pemanggilan dilakukan secara indivudu, tidak semuanya di panggil secara serempak. Inikan seolah-olah ada indikasi intervensi. Nah untuk dokter Arif, beliau tidak diperbolehkan buka praktek saat jam kerja puskesmas, itu katanya atas dasar usulan dari ASN yang lain,” beber Tita Sandriani.

Sukwan Puskesmas Cisandaan, Tita Sandriani, sempat didatangi ke rumahnya dan dihadapan suami ia dituding mendalangi aksi mogok kerja oleh salah seorang Mantri Puskesmas.

Tita melanjutkan, padahal sekalipun buka praktek, dokter Arif akan tetap melayani pasien Puskesmas karena dia berdomisili di rumah dinas samping Puskesmas. Karena merasa tidak ada keterbukaan, imbuh Tita, dokter Arif saat itu mengatakan akan mengundurkan diri, dan itu baru ucapan saja. Namun tiba-tiba dokter Arif diberi surat pernyataan pengunduran diri dari Puskesmas yang sudah bermaterai, ungkap Tita.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat Pamulihan, Aef Saepudin (43) menerangkan, kondisi pelayanan di Puskesmas Cisandaan memang sering dikeluhkan warga. Karena berada di daerah, kata Aef, dirinya bersama masyarakat lainnya kerap memantau kinerja pegawai di Puskesmas tersebut, dan kebanyakan yang bertugas justru para Sukwan bukan ASN.

“Menyikapi persoalan yang terjadi, kami bersama aparat desa dan pengurus Karang Taruna tadi siang melakukan musyawarah untuk mempertahankan dokter Arif. Karena kalau tidak ada beliau, masyarakat Pananjung akan kesulitan untuk membuat surat keterangan dari dokter dan kalau harus ke Cikajang tentu kejauhan. Dan kami juga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan yang berkembang, karena kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat,” pungkas Aef, warga Kampung Cisandaan RT06/02, Desa Pananjung.

Karena Kadis Kesehatan Kabupaten Garut sudah mengundurkan diri, hariangarut-news.com berusaha mengkonfirmasi Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Asep Sani Sulaeman, terkait permasalahan yang terjadi di Puskesmas Cisandaan Kecamatan Pamulihan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY