Kisruh BPNT, Para Kades di Bungbulang Garut Ultimatum Bank Negara Indonesia

0
803

HARIANGARUT-NEWS.COM – Ultimatum disampaikan para Kepala Desa Se-Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, kepada Bank Negara Indonesia (BNI). Ultimatum tersebut terkait kisruhnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang terjadi saat ini di Kecamatan Bungbulang.

“Kami memberikan waktu sampai Jumat (08/06) pukul 9.00 WIB. Apabila mesin BNI tidak berfungsi, kita tidak terima,” ujar Kepala Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Asep Sake, kepada Hariangarut-News.com, Kamis (07/08) melalui selulernya.

Apabila waktu yang ditentukan tidak dipenuhi, lanjut Asep, terpaksa pihaknya beserta warga akan mencairkan dana tersebut ke Garut sekalian melakukan aksi Demo.

“Karena masih ada 79 warga yang belum menerima Kartu BPNT, dan lucunya lagi sebanyak 121 warga yang memiliki kartu, sebagian dananya kosong tidak ada saldonya, sehingga tidak dapat mencairkan,” ujarnya.

Dijelaskan Asep, bukan saja warga Hanjuang yang akan melakukan aksi itu, rencananya besok 13 Desa Se-Kecamatan Bungbulang akan melakukan aksi serupa.

“Besok rencananya ada 13 Desa Se-Kecamatan Bungbulang akan mendatangi pihak BNI Garut untuk menanyakan kartu BPNT yang seharusnya sudah seluruhnya di distribusikan untuk menukarkan dengan  beras dan telor,” jelas Asep.

Kepala Desa Hanjuang menambahkan, aksi ini dilakukan karena saat ini masyarakat sudah menyerang dan melakukan aksi protes terhadap pihak Desa, padahal program pemerintah seharusnya dipermudah, bukan malah seolah diperumit.

”Warga sekarang sudah menyerang pihak Desa. Besok akan saya fasilitasi supaya bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi hingga sebagian warga yang seharusnya sudah mendapatkan kartu dan menerima distribusi beras serta telor masih menunggu-nunggu kebijakan Bank selaku penyalur,” pungkas Asep. (Igie/DS)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY