Satu Nelayan Asal Garut Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Lebak Banten

0
493

HARIANGARUT-NEWS.COM – Buah dari koordinasi dan komunikasi apik jajaran Polair Polres Garut, akhirnya salah satu dari tiga orang nelayan warga Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, yang hilang bersama Perahu Sri Rejeki pada Jumat (25/05) lalu, berhasil ditemukan anggota Polair Lebak Banten. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Polair Polres Garut, AKP Tri Andi, Sabtu (02/06) malam.

Korban ditemukan meninggal dunia di sekitar Pantai Cidulang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, atau pada koordinat 06 54.300 S – 105 46.300 E dengan Jarak/Radial (116 NM/293°) dari TKM, Sabtu (02/06). Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu petugas Polair Polres Lebak Polda Banten melihat benda terapung, dan setelah didekati ternyata korban kapal karam yang dipastikan nelayan asal Garut yang tenggelam sejak sepekan lalu.

Hampir sepekan hilang, salah seorang nelayan berikut perahu asal Garut ditemukan petugas Polair Polres Lebak Polda Banten, Sabtu (02/06).

“Info dari jajaran Polair Polres Lebak, telah ditemukan Kapal Nelayan Sri Rezeki dan satu orang korban atas nama Alvin (30) warga Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk dalam keadaan meninggal di perairan Cidulang Desa Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Saat ini korban dievakuasi ke Puskesmas Binuangeun,” tutur Kasat Polair Polres Garut.

Peristiwa bermula saat tiga orang nelayan berangkat berlayar ke laut selatan dari dermaga tempat pelelangan ikan Santolo menggunakan Perahu Sri Rezeki dengan mesin 3GT 15 PK untuk memancing gurita. Ketiga nelayan adalah Yuyus, Martun dan Alvin. Petugas gabungan dari Polair Polres Garut, BPBD bersama puluhan nelayan pantai Santolo, melakukan pencarian usai mendapat informasi dari pihak keluarga bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan keluarganya yang sedang mencari gurita ke tengah laut. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY