Tangkal Isu Hoax dan Radikalisme, PMII Garut Gelar Dialog Kebangsaan di Gereja Santa Maria

0
204

HARIANGARUT-NEWS.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut bekerjasama dengan Badan Kerjasama Gereja Kabupaten Garut (BKGKG) menggelar Buka Bersama (Bukber) sekaligus dialog publik bertema “Dengan Semangat Persaudaraan Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam Keberagaman demi Kokohnya NKRI” bertempat di Aula Gereja Santa Maria, Kecamatan Garut Kota, Kamis (31/05).

Puluhan Organisasi dan elemen Masyarakat Garut turut menghadiri acara bernuansa kebangsaan tersebut. Selain pengurus PMII dan BKGKG, tampak hadir Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ormas Pemuda Pancasila, Bantuan Serba Guna (Banser), Paguyuban Sunda Wiwitan, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan undangan lainnya.

Dalam dialog yang digelar, disampaikan beberapa point pentingnya menyikapi carut-marut situasi politik dan isu-isu bohong yang kerap menjadi potensi besar memecah belah persatuan dan menanamkan kebencian antar umat beragama. Terlebih kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, hal itu menjadikan seluruh umat beragama terluka, dan menjadikan fitnah besar terhadap agama Islam. Tindakan melanggar hukum tersebut tentunya merupakan kejahatan kemanusiaan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara.

Ketua GMNI Kabuaten Garut, Raden Irfan NP menyampaikan, menurutnya ada dua hal yang selalu terjadi ketika mendekati Pemilu yaitu isu agama dan etnis. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkannya semua pihak bisa mengambil hikmah dan manfaatnya. Menurut dia, peran mahasiswa sangat penting didalam menangkal isu sara.

“Saya sangat mengapresiasi dengan langkah PMII mengadakan dialog kebangsaan ini. Sangat hangat dirasakan nuansa kebersamaan dan persaudaraan antar umat beragama, tentunya apa yg menjadi tirai penghalang kita dari dulu sampai saat ini sebagai warga negara Indonesia yang majemuk adalah kurangnya kedekatan emosional. Maka melalui silaturahmi dengan saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan ini akan menjadi tonggak memperkokoh Kebhinekaan yang sempat luntur,” tandas Raden Irfan.

Sementara, Ketua BKGKG yang juga mantan aktivis GMNI era tahun 60-an, Agus Wasono Widi menuturkan, dalam momentum bulan suci Ramadhan ini, PMII telah mengambil langkah tepat. Dengan menggelar acara yang luar biasa dan sangat besar man­faatnya bagi semua, untuk mengetahui dan mema­hami upaya mengantisipasi berita, hoaks dan propaganda sehingga tidak terjebak dengan kepentingan dan misi kelompok orang yang tidak ingin Indonesia ini damai, tukasnya.

“Kegiatan ini sebagai bentuk bukti keutuhan dan keeratan tali persaudaraan antar umat beragama di Kabupaten Garut. Mari bersama melawan aksi terorisme dan radikalisme. Jadilah garda terdepan dalam pem­be­rantasan berita atau informasi hoaks, isu sara, yang tentunya akan membahayakan dan mengan­cam keutuhan NKRI,” pungkas Agus. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY