Universitas Garut Gelar Pelatihan Pelatih Fisik level 1 Nasional

0
144

HARIANGARUT-NEWS.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelatih, Senin (21/05) bertempat di Aula Kampus FPIK Uniga, Program Studi Pendidikan Olah Raga Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK), Universitas Garut menggelar Pelatihan Pelatih Fisik level 1 tingkat Nasional, pelatihan yang tersertifikat nasional ini berlangsung dari tanggal 21-24 Mei 2018.

Acara yang dibuka langsung oleh Dekan FPIK Uniga Dr Hj Hilda Ainissyifa M Ag, dihadiri pula oleh Ketua KONI Garut yang sekaligus Rektor Uniga Dr Ir Abdusy Syakur Amin M Eng, serta pemateri yakni Dr Ria Luminatuarso direktur SOC Asia Pasifik, Dr Devy Tirta M Or Pelatih Advance Strength & Conditioning, Mury Kuswary, S Pd, M Si head of Nutrition Departemen Chairman ANOKI, Ketua Prodi Pendidikan Olah Raga FPIK Uniga Azhar Ramadhana Sonjaya M Pd, Ketua Panitia Asep Angga Permadi M Pd serta unsur pimpinan Universitas Garut.

Dalam sambutanya Dekan FPIK Uniga mengungkapkan banyak faktor untuk membangun sumber daya insani yang kuat, dalam konteks ini olah raga memiliki peran yang cukup penting. Selain orientasi kebugaran dan ketahanan fisik, kata dia, pencapaian prestasi dalam olah raga merupakan hal yang teramat penting. Peran masyarakat dan pelatih merupakan bagian kunci keberhasilan, dalam hal ini FPIK Uniga ikut bertanggung jawab dalam upaya meningkatkan kualitas prestasi para atlet Kabupaten Garut, beber Hilda.

“Berdirinya Program Studi Pendidikan Olah Raga merupakan salah satu upaya Uniga ikut membangun dunia olahraga di Kabupaten Garut. Terlebih Uniga banyak melahirkan atlet yang berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Acara Pelatihan bagi Pelatih Fisik level 1 Nasional ini merupakan komitmen kami dalam memberikan kontribusi bagi dunia olah raga di Garut, pelatih yang tersertifikasi menjadi modal utama bagi peningkatan kualitas para atlet,” ungkap Hilda.

Sedangkan ketua KONI Garut dalam sambutannya mengungkapkan proses pelatihan olahraga adalah proses yang diikuti oleh atlet dan dibimbing oleh pelatih yang didukung sarana prasarana. Atlet sebagai subjek dalam latihan, maka pelatih tidak diperkenankan asal-asalan dalam melaksanakan proses pelatihan. Untuk bisa melaksanakan proses dengan baik, imbuh Syakur, maka pelatih harus memahami ilmu kepelatihan olahraga. Pelatih yang profesional dalam melaksanakan proses pelatihan akan menghasilkan atlet yang berprestasi, terangnya.

“Banyak hal yang akan terjadi jika seorang pelatih tidak memahami secara baik tentang ilmu kepelatihan, antara lain atlet cedera, atlet bosan dan akhirnya tidak bisa berprestasi seperti yang diharapkan. Pelatihan ini untuk mengasah tingkat kompetensi para pelatih, kedepan olah raga akan menjadi bidang yang mendapat perhatian khusus, olahraga sudah menjadi bidang yang bisa membuka jalan seseorang untuk mencapai tujuan puncak,” kata Syakur.

Syakur melanjutkan, namun sekarang paradigmanya sudah berubah. Dulu hanya orang-orang yang mempunyai pestasi akademik saja yang diakui. Kedua, pelatih profesional akan memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi seseorang dan itu bisa dibuktikan dengan pelatih yang sudah tersertifikasi. Ketiga, sekarang eranya mutual recognition yaitu saling mengakui dimana sertifikat yang ada di Indonesia akan juga diakui di negara lain, artinya pelatih yang sudah tersertifikasi di Indonesia akan bisa bekerja melatih di negara lain, jelasnya.

“Kedepan pelatihan ini akan mencoba melibatkan pelatih cabang olah raga yang ada dibawah naungan KONI Garut. Pelatihan ini akan menjadi percontohan untuk meningkatkan kualitas pelatih yang ada di Kabupaten Garut. Kita lihat sendiri 47 peserta yang mengikuti hampir seluruhnya datang dari luar Garut, bahkan sebanyak 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari luar pulau Jawa, ini sebagai bukti bahwa mereka yang diluar sana menyadari betul pentingnya profesionalisme seorang pelatih,” tandas Ketua KONI Garut.

Sementara Ketua Pelaksana Acara Pelatihan, Asep Angga Permadi M Pd mengungkapkan, Pelatihan ini akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 21 sampai dengan 24 Mei dan diikuti sebanyak 47 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Jawa Barat, Sumatra, Bali, Kalimantan bahkan Sulawesi. Pelatihan ini, kata Asep, berlaku untuk semua cabang olah raga.

“Alasan mengambil pelatihan bagi pelatih fisik level 1 nasional, karena menjadi sangat penting bagi seorang profesi pelatih olahraga cabor manapun, kerana ini dasar bagi menempul level berikutnya, dasar kepelatihan itu awalnya dari fisik, jika ilmu fisiknya baik dan benar maka untuk menempul level berikutnyapun akan mudah,” pungkas Asep. (Adv)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY