BNN RI Jadikan Garut Sampling Ketahanan Diri Anti Narkoba

0
266

HARIANGARUT-NEWS.COM -Permasalahan penyalahgunaan narkoba dewasa ini semakin memprihatinkan, tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak sudah mulai menyalahgunakan narkoba. Penyalahgunaan lem aibon, penggunaan obat-obatan tidak sesuai petunjuk dokter, penggunaan jenis narkoba lainnya merupakan hal yang mulai dikenal kalangan anak-anak dan remaja kita semata-mata karena rasa ingin tahu dan keinginan untuk diakui kelompok dan temannya.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seoang anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Dedi Supriatna SH saat mendapat tugas langsung dari BNN RI Deputi Pencegahan Drs Ali Johardi SH, sebagai pengambil data (enumerator) dalam rangka Pemetaan Ketahanan Diri Anti Narkoba terhadap remaja usia 12-21 tahun di Kantor Desa Cisaat, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Selasa (22/05).

“Hal ini perlu disikapi bersama untuk kemudian segenap komponen mencari jalan keluar atas permasalahan ini. Pendekatan represif tidak semata-mata dapat menyelesaikan permasalahan penyalahgunaan narkoba, perlu adanya pendekatan preventif dan kuratif untuk menangani permasalahan ini baik di Kabupaten Garut maupun Indonesia umumnya,” terang Dedi.

Dia menjelaskan, dari total populasi usia 12-21 tahun yang ada di desa Cisaat tersebut dibagi 4 (empat) kategori yaitu remaja awal, remaja madya, remaja akhir, remaja yang aktif di organisasi dan remaja putus sekolah/tidak sekolah. Kemudian, imbuh Dedi, dari setiap kategori akan dipilih atau dijadikan responden dengan cara SRS (Simple Random Sampling), tukasnya.

“Di Garut sendiri bukan hanya di desa Cisaat saja yang di sampling oleh BNN RI, tapi ada desa lainnya yakni desa Samarang Kecamatan Samarang, desa Pasirwangi Kecamatan Pasirwangi dan desa Mekargalih Kecamatan Tarogong Kidul. Dalam Skala Nasional ke empat desa yang ada di Kabupaten Garut ini nantinya dijadikan indikator oleh BNN RI. Program tersebut menyeluruh di tiap-tiap Kabupaten/Kota yang ada di masing-masing provinsi,” jelasnya.

Senada dengan Dedi, petugas pengambil data lainnya dari anggota BNNK Garut, Yanri Pratiwi MI Kom, Novi Nurani S Si, dan Fiky Hilman Andiar S Sos menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran peta nasional tentang kondisi ketahanan diri terhadap penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja di Indonesia khususnya di usia 12-21 tahun.

“Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak selalu berhubungan dengan pengenalan bentuk, jenis dan dampak narkoba saja karena penelitian United Nations Office on Drugs and Crime¬†(UNODC) menemukan bahwa korelasi antara meningkatnya pengetahuan akan dampak narkoba tidak berbanding lurus dengan kemauan atau ketahanan dirinya untuk menolak narkoba,” terang Yanri.

Setelah selesai kegiatan para remaja yang dijadikan responden di desa Cisaat Kecamatan Kadungora ini sangat senang karena mendapat souvenir dari petugas BNNK Garut berupa tas berlogo Stop Narkoba. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY