Dua PNS BKD Ditetapkan Tersangka, Komisi A DPRD Garut Minta Polda Usut Tuntas Adanya Dugaan Pejabat Dinkes Terlibat

0
797

HARIANGARUT-NEWS.COM – Polda Jawa Barat sudah menetapkan dua PNS di Pemerintahan Kabupaten Garut dilingkungan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), berinisal R dan W, sebagai tersangka pungutan liar terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bidan.

Terkait hal tersebut Komisi A DPRD Garut, yang membidangi pemerintahan dan kepegawaian, mendesak Polda Jabar untuk mengusut tuntas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar tersebut. Soalnya, tidak menutup kemungkinan dalam kasus ini akan ada oknum pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Garut, yang diduga ikut terlibat.

“Kami meminta diusut tuntas kasus pungli ini, bukan saja di BKD saja tetapi Dinas Kesehatan juga harus turut diperiksa. Soalnya, pertama kali yang mengajukan nama-nama bidan yang akan di angkat pada pusat kewenangannya ada di Dinas Kesehatan Garut,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat, Minggu (20/05).

Dikatakan Dadang, Polda Jabar harus berani membongkar kasus OTT CPNS bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT), yang mana BKD hanya mengeluarkan SK, sedangkan data yang diajukan pada pusat itu ada kewenangannya di Dinas Kesehatan Garut.

“Kasus Pungli tidak akan memengaruhi terbitnya SK pengangkatan, tetapi peranan Dinkes sangat berpeluang adanya dugaan pungli pada saat pendataan bidan yang akan diajukan untuk diangkat sebagai PNS, soalnya di Dinas Kesehatan juga ada bagian kepegawaiannya,” ucap Dadang.

Terkait sanksi terhadap kedua PNS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar, Komisi A DPRD Garut, menyerahkan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Sanksi jelas harus ada buat keduanya, agar ada efek jera pada pegawai lainnya,” tuturnya.

Berdasarkan informasi, aku Dadang, dalam kasus Pungli tersebut, sudah ada beberapa pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Garut, yang dimintai keterangannya oleh Polda Jabar. Bahkan, ada yang sudah mondar-mandir menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar.

“Informasinya, ada beberapa pejabat Dinkes juga yang sudah dimintai keterangannya oleh Polda Jabar,” pungkas Dadang. (Daus)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY