Kerap Diusir Kades, Perangkat Desa di Wanaraja Garut Lapor ke Camat dan Apdesi

0
1935

HARIANGARUT-NEWS.COM – Kerap diusir saat masuk kerja oleh Kepala Desa Wanaraja, Nandi Rustandi, seorang Perangkat Desa, Wintrianti Santana yang menjabat sebagai Kaur Umum, mengadu kepada Camat dan Apdesi Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jumat (13/04). Wintrianti merasa dilecehkan oleh atasannya, dan mengatakan tindakan kepala desanya itu sudah tidak bisa ditolelir.

Kepada Camat Wanaraja, Ganda Permana S Sos, dan Wakil Ketua Asossiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut, Ade Heryawan, Perangkat Desa tersebut mengatakan, bukan berupa pengusiran saja yang diterima oleh dirinya itu, namun Kepala Desa juga sering merobek semua hasil pekerjaannya serta mengancam akan memberikan SK pemberhentian kepada dirinya. Wintrianti sendiri mulai tahun 2016 sudah bekerja di Kantor Desa Wanaraja.

“Sejak tanggal 2 April lalu, saat masuk ke kantor desa saya suka diusir dengan kata-kata kasar oleh kepala desa, dan itu dilakukan dihadapan umum. Perlakuannya sangat menyakiti perasaan saya, jelas saya tidak terima. Kalaupun ada tindakan saya yang salah, kenapa tidak bicara baik-baik saja. Kades juga mengancam akan memberhentikan saya,” ujar Witri saat mengadu kepada Camat dan pengurus Apdesi Kabupaten Garut, dan berencana pada Senin (16/04) akan melaporkannya ke Pjs Bupati Garut.

Menerima pengaduan tersebut, Camat Wanaraja mengatakan, hingga saat ini dia belum menerima laporan secara tertulis baik dari Kepala Desa maupun Perangkat Desa Wanaraja tersebut. Ganda mengaku, selama ini dirinya hanya menerima pengaduan secara lisan. Persoalan tersebut, imbuh dia, kedua belah seyogyanya menyampaikannya secara tertulis.

“Silahkan yang bersangkutan membuat laporan tertulis, agar kami bisa dengan jelas darimana akan memulainya. Yang saya tahu, persoalan ini lebih mengarah ke subjektivitas personal. Kalau tidak ada dasar pemanggilan, dikhawatirkan nantinya ada kesan penyelesaian dengan tidak obyektif,” tegas Camat Wanaraja.

Terpisah, saat ditemui di kantornya, Kepala Desa Wanaraja, Nandi Rustandi, dengan polosnya membenarkan bahwa dirinya dua kali pernah mengusir perangkat desa tersebut. Nandi mengaku kesal kepada Wintrianti, karena kata dia, telah mencoreng nama baik desa dengan alasan terlibat cinta segitiga. Ironis, padahal Wintrianti bawahannya itu, masih berstatus lajang.

“Ya memang saya pernah mengusir pernah perangkat desa. Waktu itu saya bilang, rek naon deui maneh asup ka desa? Dasar kandel kulit beungeut pisan siah maneh teh. Geus siah kaditu balik ulah aya di desa, jeung ulah nincak desa deui. Geus we maneh mah cicing di imah, dagoan we surat pemberhentianna, ke ku aing dianterkeun ka imah. (Mau apa kamu masuk ke Desa, dasar kamu tuh muka tebal. Sudah pulang jangan ada di Desa, dan jangan pernah menginjak Desa lagi. Diam saja dirumah, tunggu saja surat pemberhentian nanti saya anterin ke rumah-Red),” ungkap Kades Wanaraja, Nandi Rustandi, saat memberikan keterangan kepada hariangarut-news.com.

Sementara, Kabid Pemdes dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Asep Mulyana SIP M Si, menyampaikan, sejatinya Kepala Desa sebagai pimpinan penyelenggaraan pemerintahan di Desa, yang dalam pelaksanaan tugasnya diatur dalam Undang-Undang, Permendagri dan regulasi lainnya, berharap mampu memfasilitasi dan melakukan tindakan preventif kepada perangkat desa sebagai bawahannya.

“Saya berharap agar Kepala Desa Wanaraja bersama seluruh elemen masyarakat, untuk tetap menjaga keharmonisan, toleransi, dan menghargai perbedaan. Apabila ada persoalan, selesaikan melalui musyawarah dengan mencari mufakat. Terkait masalah yang juga belum selesai, nanti kami akan sampaikan kembali kepada pimpinan, karena sebelumnya pun kami pernah datang ke Wanaraja,” pungkas Asep Mulyana. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY